Pengusaha Logistik Setuju dengan Rencana Meterei Digital

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) setuju dengan rencana pemerintah yang mengusulkan meterei digital untuk dokumen digital pada revisi UU Bea dan Cukai.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  00:15 WIB
Pengusaha Logistik Setuju dengan Rencana Meterei Digital
Karyawan menunjukkan meterai di Kantor Pos Besar, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) setuju dengan rencana pemerintah yang mengusulkan meterei digital untuk dokumen digital pada revisi UU Bea dan Cukai.

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan peningkatan kebiasaan masyarakat bertransaksi melalui jaringan internet akan membuat banyak dokumen diproduksi dalam bentuk digital.

ALFI telah menandatangani kesepakatan dengan PT Peruri Digital Security pada Juni 2019 tentang kerja sama pengembangan sistem label, segel security terpersonalisasi secara online di lingkungan penyedia jasa logistik.

Menurut Yukki, pengembangan digitalisasi logistik yang dilakukan oleh ALFI melalui program Smart Logistics dengan modul-modul impor, ekspor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery, IoT, pergudangan, depo, dan pertukaran data, sektor perbankan untuk menunjang trade financing, tidak lepas dari aspek keamanan digital.

"Untuk itulah kerja sama ALFI dan Peruri Digital Security dilakukan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (17/7/2019).

Yukki yang juga Chairman Asean Freight Forwarder Association menambahkan kerja sama global terkait platform teknologi yang berbasis communities network akan menumbuhkan keyakinan bagi para anggota ALFI untuk menggunakan platform Smart Logistics tersebut. Platform ini diharapkan bisa beroperasi di tingkat Asean, beberapa negara Timur Tengah, Amerika Serikat, Jepang, Canada, China, dan Amerika Latin dengan standar keamanan digital yang mumpuni.

Keamanan digital tersebut tentunya mencakup teknologi otomatisasi dengan teknologi siber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk siber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system) dan tentunya community-based, di mana output-nya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI.

ALFI saat ini mengembangkan rantai pasok berbasis digital untuk meningkatkan daya saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis, dan inovatif. Yukki mengatakan upaya ini membutuhkan kolaborasi di alam negeri dan luar negeri. Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration sehingga ALFI ditargetkan menjadi trade facilitator, community network di Asean, beberapa negara Timur Tengah, AS, Jepang, kanada, China, dan Amerika Latin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi digital

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top