Industri Tekstil Bisa Dongkrak Kinerja Ekspor Nasional

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai dapat menjadi penopang neraca perdagangan nasional jika integrasi sektor hulu hingga hilir berjalan baik.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  21:58 WIB
Industri Tekstil Bisa Dongkrak Kinerja Ekspor Nasional
Ilustrasi kegiatan di pabrik tekstil - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai dapat menjadi penopang neraca perdagangan nasional jika integrasi sektor hulu hingga hilir berjalan baik.

Industri TPT pun digadang menjadi harapan baru di tengah penurunan performa ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO)

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan performa ekspor industri tekstil dan produk tekstil masih tertahan akibat ketersediaan bahan baku.

Pasalnya, harmonisasi antar sektor pada industri TPT menjadikan koordinasi antara industri hulu, tengah, dan hilir membuat industri kain lokal tidak berkembang.

Sekretaris Jenderal API Ernovian G. Ismy mengatakan terintegrasinya industri TPT dari hulu ke hilir akan menjadi sebuah kekuatan bagi industri nasional.

Menurutnya, industri TPT pernah mengimbangi performa ekspor CPO.

“Industri TPT yang terintegrasi merupakan kekuatan, contohnya China dan India. Kenapa industri TPT Indonesia tidak seperti China dan India?” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (16/7/2019).

Pihaknya menargetkan nilai ekspor industri TPT pada tahun depan mencapai US$14,6 miliar dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$5,5 miliar.

Adapun, kontribusi produk TPT lokal di pasar global akan naik menjadi 2,1% dari realisasi pada 2017 di level 1,6%.

Ernovian mengatakan kontribusi produk TPT domestik di pasar global diperkirakan mencapai 5% pada 2030 dengan penyerapan tenaga kerja hingga 3,9 juta orang.

Dia menilai ada beberapa faktor yang akan mendorong pertumbuhan tersebut yakni percepatan implementasi perjanjian dagang komprehensif dengan Uni Eropa dan diplomasi perdagangan dengan negara-negara pemasok kapas seperti Brazil dan Amerika Serikat.

Peningkatan kebutuhan tenaga kerja pada industri TPT, ujarnya, harus diantisipasi para pemangku kepentingan dengan menumbuhkan jumlah tenaga vokasi, meningkatkan level kompetensi tenaga kerja, dan memperbarui kurikulum pada institusi pendidikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Tekstil, harga cpo

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top