SLF Maskapai di Bandara Kertajati Terkerek Hingga 70 Persen

Kementerian Perhubungan mengapresiasi PT Angkasa Pura II (Persero) yang sukses mengoptimalkan kinerja Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Juli 2019  |  14:50 WIB
SLF Maskapai di Bandara Kertajati Terkerek Hingga 70 Persen
Gedung Terminal Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Rabu (4/3/2018). Kementerian Perhubungan mengklaim proyek pembangunan sisi darat bandara tersebut sudah mencapai 91,07%. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan mengapresiasi PT Angkasa Pura II (Persero) yang sukses mengoptimalkan kinerja Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai keberhasilan AP II dalam mengoptimalisasi Bandara Kertajati salah satunya terlihat dari tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) maskapai yang terus meningkat hingga saat ini mencapai rata-rata 70%.

“Saya gembira Pak Wagub [Jawa Barat], Pak Dirut AP II yang begitu aktif memasarkan Kertajati,” kata Budi dalam siaran pers, Minggu (7/7/2019).

Dia menambahkan SLF maskapai yang beroperasi rata-rata meningkat dari 50% hingga 70%. Hal tersebut menandakan program optimalisasi bandara tersebut berjalan lancar dan semakin mendapatkan respons positif dari masyarakat. 

Sementara itu, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan sejak 1 Juli 2019, pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Kertajati berada di dalam tren positif. Pergerakan pesawat mencapai 30-34 pergerakan per hari, dengan pergerakan penumpang mencapai 3.500-4.000 orang per hari. 

"Kertajati ini membuka pasar baru yaitu penumpang yang berasal dari Jawa Tengah bagian Barat misalnya dari Brebes, Pemalang dan Tegal. Mereka lebih memilih terbang melalui Kertajati yang ada di Jawa Barat,” kata Awaluddin, Sabtu (6/7/2019).

Menurutnya, penambahan pasar penumpang baru tersebut turut berkontribusi dalam peningkatan SLF maskapai yang beroperasi. Kendati demikian, sejumlah strategi pendukung akan kembali dipersiapkan untuk menjaga SLF tetap tinggi.

Strategi tersebut misalnya dengan cara menggratiskan angkutan Damri selama 1 tahun dari dan ke Kertajati untuk rute Karawang, Cirebon, Bandung, dan satu rute yang akan ditetapkan kemudian. Rencana tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian Tol Cisumdawu.

Lalu pihaknya beserta Kemenhub mengusulkan untuk membuka penerbangan antara Bandara Husein Sastranegara (Bandung) ke Kertajati menggunakan helikopter. Penerbangan tersebut akan dioperasikan dalam 1--2 pekan ke depan.

Bandara Kertajati mulai melayani penerbangan domestik dengan pesawat jet pada 1 Juli 2019, saat ini maskapai yang beroperasi adalah Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia Indonesia, Lion Air dan Xpress Air. Kapasitas terminal Kertajati dapat menampung hingga 5 juta orang penumpang per tahun dan akan terus ditingkatkan hingga nantinya bisa menampung 29 juta penumpang per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top