Hari Keamanan Pangan Sedunia: Aspek Keamanan Pangan Harus Jadi Prioritas

Hari Keamanan Pangan se-Dunia diharapkan dapat mendorong pemangku kebijakan sektor pangan untuk meningkatkan kesadaran, menarik perhatian dan menginspirasi semua pemangku kepentingan untuk bertindak membantu mencegah, mendeteksi serta mengelola risiko keamanan pangan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  23:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Hari Keamanan Pangan se-Dunia diharapkan dapat mendorong pemangku kebijakan sektor pangan untuk meningkatkan kesadaran, menarik perhatian, dan menginspirasi semua pemangku kepentingan untuk bertindak membantu mencegah, mendeteksi serta mengelola risiko keamanan pangan.

Perserikatan Bangsa–Bangsa (PBB) pada 20 Desember 2018, mendeklarasikan World Food Safety Day yang diperingati setiap 7 Juni. Untuk tahun pertama peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (HKPS), diusung tema Food Safety, Everyone’s Bussiness.

Vice Chairperson Codex Alimentarius Commission FAO Purwiyatno Hariyadi mengatakan, peringatan HKPS diharapkan mendorong situasi kondisi pangan yang lebih aman,  sehingga berkontribusi positif bagi kesehatan manusia, kemakmuran ekonomi, pertanian, akses pasar, pariwisata atau pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia ini mempunyai arti strategis. Dalam Pasal 1 ayat 5 Undang-Undang Pangan No 18 Tahun 2012, Keamanan Pangan didefinsikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Karena itu, Hari Keamanan Pangan Sedunia ini menuntut siapa saja yang bergerak di bidang pangan, hal pertama dan utama yang harus diperhatikan adalah tentang keamanan pangan,” tuturnya kepada Bisnis.com, Kamis (6/6/2019).

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian  Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pun mengatakan, setiap pemangku kepentingan pangan, mulai dari produsen, industri pengolahan, pedagang, peritel, dan konsumen, diminta untuk selalu memastikan bahwa setiap produk pangan harus aman dalam pengertian tidak membahayakan kesehatan manusia.

Tema HKPS tahun ini mengajak semua pemangku kepentingan pangan nasional perlu meningkatkan pengendalian untuk pencegahan terjadinya masalah keamanan pangan. Setiap orang yang terlibat dalam operasi makanan harus memastikan kepatuhan dengan program-program.

Sebut saja program HACCP yakni, sebuah sistem yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang signifikan bagi keamanan pangan, dari proses produksi (pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan) sampai ke meja makan dan konsumsi oleh konsumen.

Selain itu, penanganan, pengolahan, penyimpanan, dan pengelolaan masa simpan pangan yang baik akan membantu mempertahankan keamanan, nilai gizi dan mutu pangan, serta mengurangi kerusakan dan kehilangan pascapanen.

Purwiyatno menambahkan ilmu dan teknologi pangan mempunyai peranan penting untuk menghasilkan suatu produk pangan yang aman dan bermutu.

“Secara sadar dan bertanggung jawab, aspek keamanan pangan harus sudah menjadi pertimbangan utama sejak kegiatan perancangan,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top