Harga Ayam Ras di Tingkat Peternak Mulai Membaik

Harga ayam ras di tingkat peternak mulai terkerek naik mendekati harga pokok produksi (HPP) seiring dengan peningkatan permintaan pada pecan terakhir Ramadan.
Iim Fathimah Timorria | 03 Juni 2019 09:01 WIB
Pedagang melayani pembeli ayam potong di pasar pagi Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Harga ayam ras di tingkat peternak mulai terkerek naik mendekati harga pokok produksi (HPP) seiring dengan peningkatan permintaan pada pecan terakhir Ramadan.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko mengatakan harga ayam ras di tingkat peternak kini mulai dari Rp18.500/kg sampai Rp19.500/kg ayam hidup. “Kemarin terakhir di sekitar harga paling murah Rp14.000/kg, tapi sekarang mulai naik karena sudah mendekati Lebaran," kata Singgih saat dihubungi Bisnis.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Achmad Dawami menilai mulai membaiknya harga ayam tak lepas dari daya beli di tingkat konsumen yang meningkat pada 10 hari terakhir Ramadan. Ia pun menganggap imbauan Kementerian Pertanian bagi pengusaha pembibitan ayam broiler pada Maret lalu untuk menekan laju produksi tak berpengaruh banyak pada harga.

“Menjelang puasa dan dua minggu awal Ramadan itu harga malah hancur. Masuk minggu ketiga menuju minggu keempat, mula terasa setelah ada permintaan karena THR [tunjangan hari raya] cair. Di situlah saya menganggap efek dari kebijakan itu ada tapi tidak signifikan,” katanya.

Turunnya harga ayam ras hidup di tingkat peternak memang sempat dilaporkan terjadi sepanjang kuartal I/2019 sampai dua pekan pertama Ramadan 2019. Di sejumlah daerah di Pulau Jawa, ayam potong hidup bahkan pernah menyentuh harga Rp11.000/kg.

Singgih mengungkapkan hal ini disebabkan rendahnya permintaan dan daya beli di tingkat pedagang. Kondisi ini diperburuk pula dengan ketersediaan stok daging ayam yang melampaui permintaan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa anjloknya harga ayam potong di tingkat peternak lebih dikarenakan rendahnya permintaan alih-alih stok yang melebihi permintaan.

“Kementan memiliki mekanisme untuk memonitor dan melakukan intervensi terhadap stabilitas ketersediaan DOC [anak ayam usia sehari]. Secara kumulatif ketersediaan DOC setiap bulan tidak berlimpah atau cukup,” katanya melalui pesan singkat.

Dia mengatakan hasil analisis yang dilakukan Kementan memastikan bahwa turunnya harga di tingkat peternak lebih dikarenakan turunnya permintaan masyarakat sejak awal 2019. “Tren peningkatan terjadi pada awal Ramadan, akan tetapi terjadi penurunan setelahnya, kita berharap terjadi peningkatan kembali pada akhir Ramadan nanti,” sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternak ayam

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top