Kemenhub Kembangkan Bandara Baru di Barito Selatan Rp 42 Miliar

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub bersama Pemkab Barito Selatan Kalimantan Tengah akan mengembangkan Bandara Sanggu Buntok dengan total investasi Rp42 miliar.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  20:18 WIB
Kemenhub Kembangkan Bandara Baru di Barito Selatan Rp 42 Miliar
Dirjen Hubud Kemenhub Polana B. Pramesti (kanan) dan Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri berfoto bersama seusai penandatanganan Kesepakatan Pengembangan Bandara Sanggu Buntok, Selasa (28/5/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradhana

Bisnis.com, JAKARTA - Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub bersama Pemkab Barito Selatan Kalimantan Tengah akan mengembangkan Bandara Sanggu Buntok dengan total investasi Rp42 miliar.


Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, pembangunan akan dilakukan mulai pada tahun ini. Adapun, dana investasi akan berasal dari alokasi ABPN dan APBD.


"Akan dilakukan pelebaran dan perpanjangan runway hingga 100 meter dengan lahan yang sudah disiapkan hingga 1.100 m. Perpanjangan runway sampai 1.450 m sehingga ATR 72 bisa mendarat," kata Polana, Selasa (28/5/2019).


Dia menambahkan, target penyelesaian pengembangan bandara adalah pada 2020 sudah bisa melayani penerbangan menggunakan pesawat bermesin baling-baling (propeller) seperti ATR 72 maupun Hercules C-130.


Anggaran yang dipersiapkan Kemenhub menggunakan dana APBN sebesar Rp7 miliar pada tahun ini, dan persiapan konstruksi runway pada tahun depan mencapai Rp20 miliar. Pengerjaan konstruksi akan dibantu dengan anggaran dari APBD Barito Selatan.


Pihaknya tidak menampik bahwa pengembangan bandara tersebut bisa menjadi antisipasi untuk persiapan perpindahan ibukota negara. Terlebih, hal tersebut membutuhkan persiapan untuk membangun infrastruktur dengan waktu yang lama dan anggaran yang besar.

 

Di sisi lain, Bandara Sanggu Buntok memiliki banyak permintaan dari perusahaan sekitar dan masyarakat dalam hal mobilitas.


Sementara itu, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri mengaku terbantu dengan Ditjen Perhubungan Udara yang bersedia memfasilitasi daerah untuk memiliki bandara yang sesuai dengan potensinya. Terlebih, bandara yang didirikan sejak 1970an tersebut belum ada pengembangan hingga saat ini.


"Kami mengalokasikan APBD sebesar Rp15 miliar hingga 2021. Namun, kami berharap pada 2021 sudah bisa didarati oleh ATR 72," kata Eddy.


Pihaknya berharap dengan bantuan dan dukungan pemerintah pusat, bandara bisa semakin bagus dan layak. Saat ini, hanya maskapai Susi Air saja yang beroperasi dengan rute tujuan Banjarmasin dan Palangkaraya.


Permintaan pengembangan bandara, lanjutnya, tidak hanya berasal dari masyarakat tetapi hingga Kementerian Pertahanan. Mereka meminta agar bandara setempat bisa mengakomodasi penerbangan pesawat jenis Hercules untuk kebutuhan darurat bencana alam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, bandara, bandara sanggu buntok

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup