IKEA Luncurkan Aplikasi Baru Buat Belanja Lebih Praktis

IKEA meluncurkan aplikasi baru yang bakal memungkinkan para pelanggannya berbelanja dari jarak jauh dan menghemat waktu.
IKEA Luncurkan Aplikasi Baru Buat Belanja Lebih Praktis Renat Sofie Andriani | 28 Mei 2019 11:52 WIB
IKEA Luncurkan Aplikasi Baru Buat Belanja Lebih Praktis
Ikea - Reuters/Neil Hall

Bisnis.com, JAKARTA – IKEA meluncurkan aplikasi baru yang bakal memungkinkan para pelanggannya berbelanja dari jarak jauh dan menghemat waktu.

Dengan aplikasi ini, pelanggan dapat memvisualisasikan produk-produk untuk kebutuhan rumah mereka tanpa harus meninggalkan rumah.

Peritel furnitur terbesar di dunia ini mengubah model bisnisnya dari mendorong pelanggan melalui toko-toko di pinggiran kota menjadi membuat pengalaman belanja online lebih mudah.

“Ini adalah pengalaman yang benar-benar baru. Aplikasi ini dikombinasikan dengan pengalaman took dan pengalaman online,” jelas Barbara Martin Coppola, chief digital officer IKEA kepada Reuters, yang dikutip Bisnis.com.

Aplikasi ini akan diluncurkan pertama kali di Prancis dan Belanda, sebelum kemudian diluncurkan di delapan pasar teratas IKEA, termasuk Jerman, Amerika Serikat (AS), dan China, sebelum akhir tahun.

Para pelanggan yang menggunakan aplikasi ini nantinya akan dapat memvisualisasikan bagaimana rumah mereka bisa dilengkapi dengan produk-produk IKEA.

Hal ini dilakukan dengan memasukkan dimensi ruangan serta menentukan pilihan dari berbagai tahapan. Mereka kemudian dapat memesan produk-produk tersebut melalui aplikasi itu.

Sebagai contoh, pelanggan dapat mengarahkan ponsel mereka pada sebuah kursi dan melihat berbagai pilihan tekstur ataupun warna. Pelanggan juga dapat melihatnya dalam konteks ruangan atau di samping produk-produk serupa dengan kisaran yang sama.

Pengalaman belanja dari jarak jauh ini hanya dapat dilakukan melalui situs web IKEA.

IKEA sebenarnya telah meluncurkan sebuah aplikasi augmented reality pada tahun 2017. Meski dapat melihat bagaimana lebih dari 2.000 barang dapat sesuai dengan kebutuhan rumah mereka, para pelanggan tidak bisa berbelanja dari aplikasi ini.

Peritel asal Swedia ini telah meningkatkan upaya untuk merespons kebangkitan e-commerce sejak Jesper Brodin pada 2017 mengambil alih posisi CEO Ingka Group, yang memiliki sebagian besar toko IKEA.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikea

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top