Gapki Sebut Kinerja Sawit Tengah Banyak Tekanan

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) meyakini bahwa kinerja sawit pada tahun ini masih menghadapi berbagai tekanan terutama dampak dari perang dagang AS—China.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  10:40 WIB
Gapki Sebut Kinerja Sawit Tengah Banyak Tekanan
Buah kelapa sawit - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) meyakini bahwa kinerja sawit pada tahun ini masih menghadapi berbagai tekanan terutama dampak dari perang dagang AS—China.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, kinerja sawit pada tahun ini masih akan berat karena perseteruan dagang antara Amerika Serikat dan China

“Tahun ini masih akan berat padahal berharap Amerika Serikat dan China berdamai. Namun, berantem lagi kelihatannya dan akan berdampak pada ekonomi global,” katanya, Rabu (15/5).

Menurutnya, pada kuartal I/2019, produksi sawit masih positif.

Ekspor CPO pada April pun naik 3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Semua harga komoditas tertekan akibat perekonomian global,” katanya.

Gapki mencatat sepanjang Maret harga CPO global bergerak di kisaran US$ 510 – US$ 550 per ton dengan harga rata-rata US$ 528,4 per ton. Harga rata-rata tergerus 5% dibandingkan harga rata-rata Februari US$ 556,5 per ton.

Pada Maret produksi minyak sawit membukukan peningkatan 11% atau dari 3,88 juta ton di Februari meningkat menjadi 4,31 juta ton di Maret. Joko menilai naiknya produksi pada Maret tergolong normal karena hari kerja yang lebih panjang jika dibandingkan dengan bulan Februari. 

"Dengan produksi yang cukup baik, stok minyak sawit pada Maret ini masih terjaga dengan baik di 2,43 juta ton meskipun turun 3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang bertengger di 2,50 juta ton," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkebunan, kelapa sawit

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top