Industri Bahan Baku Tekstil Berkontraksi, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan industri hilir tekstil atau pakaian jadi pada kuartal I/2019 disebutkan tidak diiringi dengan peningkatan serapan produk industri hulu. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini industri bahan baku tekstil mengalami kontraksi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  04:30 WIB
Industri Bahan Baku Tekstil Berkontraksi, Ini Penyebabnya
Penjual bahan kain menata dagangannya di Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Jumat (14/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA—Pertumbuhan industri hilir tekstil atau pakaian jadi pada kuartal I/2019 disebutkan tidak diiringi dengan peningkatan serapan produk industri hulu. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini industri bahan baku tekstil mengalami kontraksi.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, mengatakaan industri tekstil mengalami penurunan sekitar 1% karena banyak impor bahan baku yang masuk, padahal di kuartal akhir tahun lalu sektor ini masih mampu tumbuh sebesar 6%. Salah satu yang menjadi perhatian Kemenperin adalah impor yang masuk melalui pusat logistik berikat (PLB).

“Kami mau bicara dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai karena banyak impor masuk lewat PLB, mau selidiki apakah benar disalurkan ke industri kecil dan menengah (IKM) atau tidak,” ujarnya akhir pekan lalu.

Menurut Sigit, pada awalnya aturan impor melalui PLB dibuka dengan tujuan supaya kebutuhan segmen IKM bisa dipenuhi dan mendapatkan bahan baku dengan harga murah. Namun, saat ini impor dirasakan terlalu banyak yang masuk sehingga serapan bahan baku dalam negeri tidak optimal.

Dia juga menyebutkan bahan baku tekstil yang banyak masuk berupa kain. “Produksi kain di dalam negeri turun, ini yang akan kami bicarakan dan apakah impor PLB yang menjadi penyebabnya,” kata Sigit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Tekstil, impor bahan baku

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top