BPDP KS Imbau Industri Sawit Galakkan Praktik Berkelanjutan

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengimbau industri kelapa sawit nasional terus menjalankan praktik budi daya perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk meredam berbagai macam kampanye negatif dari pasar global.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  10:19 WIB
BPDP KS Imbau Industri Sawit Galakkan Praktik Berkelanjutan
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengimbau industri kelapa sawit nasional terus menjalankan praktik budi daya perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk meredam berbagai macam kampanye negatif dari pasar global.

Direktur Penghimpunan Dana Badan Layanan Umum, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Herdrajat Natawijaya mengatakan, sebagai negara produsen terbesar minyak kelapa sawit, Indonesia memiliki peran paling strategis dalam menyuplai kebutuhan pasar global. Dia menilai, keberadaan minyak sawit Indonesia harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Produksi minyak sawit Indonesia harus mengikuti peraturan yang telah diterapkan pemerintah, seperti penerapan prinsip dan kriteria ISPO [Indonesian Sustainable Palm Oil] yang wajib dilakukan semua pelaku usah perkebunan,” katanya, Kamis (9/5).

Herdrajat menjelaskan, kelapa sawit memiliki peranan penting dalam perdagangan minyak nabati dunia sehingga sering mendapat sorotan dan tudingan negatif dari pihak lain. Padahal, produsen sawit sudah melakukan banyak pembenahan dalam proses budi daya.

Direktur Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia Tiur Rumondang mengatakan, pihaknya menentang kampanye negatif yang dituduhkan terhadap perkebunan sawit. Pasalnya, 3,7 juta ha perkebunan sawit menyandang sertifikat keberlanjutan. Berdasarkan data yang dimiliki RSPO, minyak sawit berkelanjutan yang berhasil diproduksi dunia lebih dari 13 juta ton dengan perincian 52% dari Indonesia.

“Pengembangan usaha minyak sawit tidak hanya persoalan bisnis semata. Namun, keberadaan industri minyak sawit telah menjadi bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Para pelaku dunia usaha juga memiliki tujuan bersama guna menyejahterakan kehidupan rakyat Indonesia, yang selaras dengan kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” kata Tiur.

Dia menambahkan bahwa sebagai lembaga sertifikasi, RSPO sering mengevaluasi dan memperbaiki prinsip dan kriteria RSPO setiap 5 tahun sekali beradasarkan kesepakatan para anggota RSPO.

Keberadaan anggota RSPO berasal dari multisektor yang memiliki kepentingan bersama terhadap keberlanjutan usaha minyak sawit.

Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholders Engagement PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. Agus Purnomo mengatakan bahwa keberadaan pelaku usaha minyak sawit selalu melakukan banyak perbaikan guna menghasilkan minyak sawit berkelanjutan. “Prinsip utamannya tranparansi dan akuntabilitas juga telah diterapkan kepada mata rantai pemasok tandan buah segar yang diproses pabrik kelapa sawit milik perusahaan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkebunan, kelapa sawit

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top