Sucofindo Serahkan Sertifikat SMK3 Untuk 296 Perusahaan

Pengendalian potensi bahaya K3 dalam proses bisnis organisasi melalui penerapan SMK3 merupakan salah satu partisipasi perusahaan untuk membangun zero accident dan budaya K3 nasional yang lebih baik.
Ranu Arasyki | 24 April 2019 20:15 WIB
Direksi Sucofindo berfoto bersama selepas menyerahkan sertifikat SMK3 kepada 20 perusahaan. - Bisnis/Ranu Arasyki

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sucofindo (Persero) memberikan sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada 296 perusahaan yang telah berkomitmen menjalankan keselamatan kerja di internal perusahaan.

Direktur Komersial 2 Sucofindo Harris Wicaksono menjelaskan bahwa pada periode 2018-2019, Sucofindo menerbitkan 296 sertifikat SMK3 yang terdiri dari 221 sertifikat dengan kategori Pencapaian Emas, dan 14 sertifikat dengan kategori Pencapaian Perak, dan 61 sertifikat SMK3 untuk Tingkat Awal.

Pengendalian potensi bahaya K3 dalam proses bisnis organisasi melalui penerapan SMK3 merupakan salah satu partisipasi perusahaan untuk membangun zero accident dan budaya K3 nasional yang lebih baik.

“Dengan diperolehnya SMK3 ini kami meyakini bahwa perbaikan tetap dan harus dilakukan bersama-sama. Perubahan harus diupayakan dan peningkatan akan kualitas pengelolaan SMK3 harus kita tumbuh kembangkan,” jelasnya usai memberikan sertifikat SMK3 di Graha Nandika, Jakarta pada 23 April 2019.

Penerima sertifikat SMK3 itu adalah PT Perkebunan Nusantara IV Kebun Aek Nauli, PT HM Sampoerna Tbk., PT Wijaya Karya Beton Tbk., untuk pabrik produk beton Karawang, PT Nusa Raya Cipta Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. untuk Kantor Telkom Regional II Grha Merah Putih Gatot Subroto Jakarta, PT Sucofindo Cabang Tarakan, dan PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Banten 1 Suralaya.

Adapun perusahaan yang turut mendapatkan sertifikat tersebut, yakni PT Transportasi Gas Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. untuk unit Citeureup, PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan PT Semen Gresik.

Penyerahan sertifikat ini bersamaan dengan sosialisasi ISO 45001:2018 untuk SMK3 dan ISO 28000:2009 untuk Sistem Keamanan pada Rantai Pasokan SNI. Triyan Aidilfitri, Kepala SBU Sertifikasi dan Ecoframework Sucofindo menjelaskan bahwa ISO 45001:2018 merupakan standar internasional.

“Jadi, mereka ini sudah dapat sertifikat SMK3, tapi berdasarkan regulasi nasional. Kita harapkan sosialisasi ISO 45001:2018 ini mereka bisa menerapkan sistem terintegrasi. Dengan menerapkan integrasi ini satu penerapan bisa mendapatkan dua sertifikat, sertifikat nasional dan berlaku secara internasional,” jelasnya.

Menurut Triyan, dengan penerapan ISO 45001:2018 tersebut akan memberikan kenyamanan kepada perusahaan saat berinteraksi dengan pasar internasional untuk kegiatan ekspor dan menjadi promosi atas komitmen perusahaan dalam penerapan SMK3.

Penerapan ISO 45001:2018 merupakan aspek penting yang perlu diantisipasi secara tepat oleh perusahaan agar dapat mengendalikan risiko bahaya bagi pekerja dan lingkungan kerja.

Untuk ISO 28000:2009 memberikan jaminan dan kepastian kepada perusahaan terhadap keamanan supply bahan baku yang bersifat internal dan eksternal.

Triyan menegaskan, hingga kini Sucofindo telah memberikan sertifikat ISO 45001:2018 kepada 24 perusahaan, dan ISO 28000:2009 kepada 20 perusahaan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sucofindo, k3

Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top