LOGISTIKOS : Solusi Jalan Tol untuk Angkutan ODOL

Data Kementerian PUPR mencatat, negara harus menanggung beban Rp43,45 triliun per tahun hanya untuk perbaikan jalan akibat truk ODOL.
Rinaldi Mohammad Azka Rinaldi Mohammad Azka | 23 April 2019 10:09 WIB
LOGISTIKOS : Solusi Jalan Tol untuk Angkutan ODOL
Ilustrasi - Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kelebihan muatan dan kelebihan dimensi yang sering terjadi pada angkutan logistik berbasis jalan atau biasa disebut over dimension dan overloading (ODOL) ternyata merugikan negara triliunan rupiah.

Data Kementerian PUPR mencatat, negara harus menanggung beban Rp43,45 triliun per tahun hanya untuk perbaikan jalan akibat truk ODOL.

Praktik ODOL menjadi hal yang lumrah, pascakrisis moneter 1998 saat pemerintah membuka impor truk bekas dari Jepang. Praktik itu menjadi lebih marak selepas 2008 saat tekanan moneter kian tinggi sehingga biaya logistik juga kian mencekik.

Keberadaan truk ODOL disebut dapat mengurangi biaya logistik karena dalam sekali jalan, muatan truk yang diangkut lebih banyak dari ukuran normal. Namun, karena kelebihan muatan, truk tersebut pasti berjalan lamban.

Maklum saja, muatan yang dulunya hanya 11 ton, kemudian bertambah terus menjadi 15 ton, 20 ton, 35 ton, bahkan mencapai 40 ton untuk truk sumbu 3. Sudah jelas kecepatan truk akan menurun.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : Kemenhub, Angkutan Barang, Truk ODOL
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top