Tarif PPN Dihapus, Pelayaran Angkutan Kargo Ekspor Semringah

PT Samudera Indonesia Tbk. berpeluang mengangkut kargo ekspor lebih banyak setelah pemerintah merilis kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) 0% untuk jasa transportasi barang tujuan ekspor.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 08 April 2019  |  09:44 WIB
Tarif PPN Dihapus, Pelayaran Angkutan Kargo Ekspor Semringah
Ilustrasi - Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk berpeluang mengangkut kargo ekspor lebih banyak setelah pemerintah merilis kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) 0% untuk jasa transportasi barang tujuan ekspor. 


Direktur Samudera Indonesia Bani M. Mulia menilai pengenaan PPN 0% kini menempatkan pelayaran nasional yang mengoperasikan rute ocean going pada level kompetisi yang sama dengan shipping line asing. 


Dia menjelaskan, sebelumnya perusahaan logistik Indonesia harus memungut PPN atas jasa yang diterima eksportir, sedangkan perusahaan logistik internasional tidak melakukan itu sehingga perusahaan nasional menghadapi persaingan yang berat.


"Sekarang dengan kebijakan 0%, kami lebih mendapat level playing field yang sama dengan perusahaan logistik internasional dari luar Indonesia," katanya, Minggu (7/4/2019).


Dengan daya saing yang sama, maka pelayaran nasional yang menjalankan rute internasional berpeluang dilirik oleh eksportir. 


Melalui Peraturan Menteri Keuangan No 32/PMK.010/2019, pemerintah menetapkan tarif PPN 0% atas beberapa kegiatan ekspor jasa kena pajak, termasuk jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) terkait barang untuk tujuan ekspor.

Beleid yang mengatur batasan jenis kegiatan dan jasa yang dikenai PPN itu berlaku mulai 29 Maret. Sebelum beleid berlaku, kegiatan freight forwarding dikenai PPN 10%. Bani berpendapat bahwa keputusan pemerintah tidak hanya menguntungkan pelayaran nasional, tetapi juga eksportir karena biaya ekspor menjadi lebih efisien. 


"Kami bersyukur pemerintah selalu mencari ruang perbaikan pada kebijakan-kebijakan ekonomi. Pemerintah juga selalu terbuka berdiskusi dengan pelaku usaha sehingga semakin bisa memahami masalah dan memberikan inovasi solusi dalam [membuat] kebijakan."


Samudera mengoperasikan 33 unit kapal kontainer dengan kapasitas total 33.148 TEUs per April 2019. Berdasarkan laman Samudera, selain domestik, perseroan mengangkut kargo kontainer ke Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, India, Srilanka, Pakistan, Bangladesh, Hong Kong, dan China. 


Sementara itu, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. belum dapat berkomentar atas kebijakan PPN 0%. "Kami pelajari dulu," kata Sekretaris Perusahaan Humpuss Okty Saptarini Minarti. 


Perusahaan jasa transportasi laut yang a.l. melayani pengangkutan gas itu mengangkut muatan LNG milik Pertamina dari pelabuhan muat Bontang ke pelabuhan bongkar di beberapa wilayah di Jepang. Kapasitas LNG yang didistribusikan ke luar negeri dan dalam negeri 5,7 juta meter kubik (cbm) pada 2018. 


Dengan mengutip laporan tahunan 2018, perseroan pada 2019 bahkan ingin memperluas pasar ke wilayah Asia Timur yang tengah berkembang pesat.


Pengenaan PPN 0% untuk angkutan ekspor-impor merupakan insentif fiskal yang sudah lama diidam-idamkan pelayaran nasional. Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto pernah mengatakan, akibat PPN 10%, pelayaran domestik hanya bisa mengangkut sekitar 9% dari muatan ekspor-impor Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelayaran, kargo, ppn

Editor : Yusuf Waluyo Jati
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top