Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semangat Ibu Bangsa Jadi Spirit Kowani Siapkan Generasi Mantap Industri 4.0

Dunia telah masuk ke era baru, yakni disrupsi yang disebabkan oleh teknologi. Fenomena disrupsi atau perubahan cara dan fundamental bisnis, salah satunya akibat revolusi teknologi digital memang akan berlangsung dalam jangka waktu 100 tahun. 
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 06 April 2019  |  03:42 WIB
Ketua Umum Korps Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo memberikan kata sambutan pada pembukaan Kowani Fair 2019 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). - Istimewa
Ketua Umum Korps Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo memberikan kata sambutan pada pembukaan Kowani Fair 2019 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dunia telah masuk ke era baru, yakni disrupsi yang disebabkan oleh teknologi. Fenomena disrupsi atau perubahan cara dan fundamental bisnis, salah satunya akibat revolusi teknologi digital memang akan berlangsung dalam jangka waktu 100 tahun. 

Namun, jika kita masih berfikir lambat dan bergerak lemot serta tidak berubah secara cepat dengan masih mempertahankan model bisnis kuno, cepat atau lambat akan terkena disrupsi itu sendiri. 

Industri 4.0 sebagai sebuah keniscayaan perubahan zaman akan juga membuka peluang dan akses yang sangat luas dan besar. Selain itu juga memberikan sebuah “tantangan” hadirnya sebuah penetrasi pasar global yang luar biasa dahsyat dan tak bisa dibendung serta tidak kenal kompromi. 

Fakta ini sama sekali tak bisa dihadapi hanya dengan biasa-biasa saja apalagi berkeluh-kesah, melainkan harus disikapi dengan kesiapan yang komprehensif, holistik, integratif, dan masif serta matang dalam implementasi dan aplikasinya. 

Demikian pesan dan arahan Ketua Umum Korps Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo didampingi Ony Jafar Hafsah selaku Ketua Panitia pada gelaran Kowani Fair 2019 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). 

Giwo mengingatkan kesadaran dari diri sendiri dan secara kolektif menyesuaikan perubahan bisnis dunia. Misalnya, era gudang dan toko serta pemasaran akan sangat berubah. Kini yang akan menjadi kampiun adalah toko yang bisa mengutamakan kualitas dan daya saing. Selain juga faktor kreativitas dalam pemasaran dengan cara online

"Bisnis masa depan tidak hanya sekadar menggunakan ICT informatika, komputer, dan telekomunikasi saja, melainkan juga hadirnya artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan bergesernya kepemilikan menjadi "sharing economy" dan sebagainya," ujar Giwo. 

Menurutnya, prediksi ahli, Industri 4.0 akan membawa sebuah gelombang perubahan yang boleh dikatakan sangat ekstrem, terutama dalam bidang ketenagakerjaan dan lapangan pekerjaan, karena akan memunculkan pilihan bahwa akan terjadi pengambilalihan pekerjaan manusia oleh alat artificial intelligence, misalnya robot dan penemuan revolusioner lainnya yang semakin menggeser peran manusia sehingga berkurangnya lapangan pekerjaan di sektor tenaga kerja yang mengandalkan tenaga otot. Walau di sisi lain akan menciptakan profesi baru di masa depan yang sangat computer minded.

"Era Industri 4.0 sekiranya mengingatkan kita untuk segera berbenah diri agar kita bersiap untuk menghadapinya. Insya Allah, kita akan diberikan kemampuan dan jalan keluar untuk menghadapinya," ungkap Ketum Aliansi Pita Putih Indonesia ini. 

Giwo menyemangati para perempuan Indonesia yang juga bagian dari insan ekonomi bersatu-padu dan terus meningkatkan kreativitas dan inovasi serta terus menjaga mutu produksi bangsa serta berani mengambil terobosan baru dalam bidang pemasaran dan confident untuk memastikan bahwa produksi dalam negeri Indonesia ini betul-betul menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan menjadi tamu terhormat di negara sahabat.

"Itu artinya kita harus bangga menggunakan produk bangsa sendiri. Kebanggaan itu menjadi bargaining position kuat karena jumlah penduduk negara kita yang sangat besar adalah pasar potensial bagi semua produk dalam negeri kita," jelas Giwo. 

Salah satu kontribusi nyata Kowani adalah selama 18 tahun terakhir, kata Giwo, telah berhasil menggelar Kowani Fair sebagai media untuk mempromosikan industri kreatif dan menciptakan jalur komunikasi antara produsen, penjual, dan pembeli untuk melakukan transaksi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, maka Kowani Fair 2019 akan menjembatani serta memfasilitasi wanita pengusaha untuk mempromosikan hasil produknya, sekaligus sebagai sarana dalam mencari pasar-pasar baru bagi produknya.

Kowani Fair telah menjadi agenda tetap bagi Kowani, yang merupakan perwujudan dari komitmen, konsistensi dan tekat bulat  bagi organisasi federasi perempuan yang kuat dan eksis untuk ikut serta dalam meningkatkan harkat perempuan melalui kegiatan perekonomian guna pemantapan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

Tema Kowani Fair tahun ini adalah “Dengan Semangat Ibu Bangsa, Kowani Mantap Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0”. Tema itu dinilai sangat menantang sekaligus sarat mandat dan sarat amanat serta kepercayaan publik.

"Kowani berkomitmen bersama-sama dengan segenap komponen bangsa dengan pemerintah sebagai leading sector sekaligus motor atau promotor dengan digital pelayanan (Dilan) untuk terus membangun kesejahteraan bangsa melalui keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang sejahtera, menuju Indonesia makmur dan maju," ucap aktivis perempuan dan anak ini. 

Semangat Ibu Bangsa, ujar Giwo, menjadi spirit bagi Kowani mewujudkan dan melahirkan generasi milenial yang produktif, unggul, kreatif, inovatif, berdaya saing, dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan serta sangat siap menapaki era Industri 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KOWANI Revolusi Industri 4.0
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top