Kideco Kucurkan Rp12 miliar Bangun Sistem Pertanian Terpadu

PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (INDY), membangun sistem pertanian terpadu (integrated farming system/IFS) dengan nilai investasi senilai Rp12,3 miliar sebagai bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat perseroan.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 05 April 2019  |  15:11 WIB
Kideco Kucurkan Rp12 miliar Bangun Sistem Pertanian Terpadu
PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (INDY), membangun sistem pertanian terpadu (integrated farming system - IFS) di Desa Samurangau, Kabupaten Paser. IFS ini sebagai bagian dari program program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. JIBI

Bisnis.com, PASER - PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (INDY), membangun sistem pertanian terpadu (integrated farming system/IFS) dengan nilai investasi senilai Rp12,3 miliar sebagai bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat perseroan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, saat meresmikan IFS ini, mengatakan pihaknya selalu mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk ikut serta dalam penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Provinsi Kaltim merupakan daerah yang pertama memiliki roadmap program pengembangan masyarakat.

"Tinggal dipadukan saja sebagai masukan bagi perusahaan untuk dipertimbangkan sebagai program di masa depan," ujarnya, Jumat (5/4/2019).

Dengan meningkatnya produksi maka harus ada peningkatan kontribusi bagi masyarakat.

IFS yang dibangun pada lahan seluas 6,5 hektare ini menggabungkan pertanian dan perkebunan hortikultura, budi daya peternakan, budi daya perikanan, pusat pelatihan masyarakat, dan sarana outbond atau rekreasi.

Presiden Direktur PT Kideco Jaya Agung M. Kurnia Ariawan mengatakan dengan adanya IFS ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat melalui unit usaha baru. Selain itu, pertanian terintegrasi ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui hasil penjualan dari komoditas yang dihasilkan.

Selain pertanian terpadu, Kideco juga menghibahkan lahan sawit seluas 200 hektare kepada 100 kepala keluarga di Desa Samurangau. Perseroan menggelontorkan anggaran Rp16 miliar untuk lahan sawit tersebut mulai dari perencanaan hingga pelatihan pascaproduksi.

Asisten Bidang Ekonomi Setdakab Paser Ina Rosana mengatakan sektor pertambangan dan perkebunan merupakan penggerak roda ekonomi daerah. Karena itu, pihaknya meminta agar ada regulasi dari pemerintah pusat yang dapat meningkatkan kontribusi pemanfaatan hasil tambang dan perkebunan bagi daerah.

"Sehingga dampak dari pertumbuhan ekonomi dapat lebih luas lagi dinikmati masyarakat di Kabupaten Paser," tuturnya.

Keberadaan perusahaan sangat penting untuk berperan aktif memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Dengan meningkatnya manfaat sosial yang diberikan akan tercipta kelangsungan usaha yang semakin baik lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, pertanian

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top