Garuda Indonesia Rugi US$3 Juta Selama Grounded

PT Garuda Indonesia Tbk. mengklaim kompensasi risiko kerugian bisa mencapai US$3 juta dalam sebulan usai dilakukan larangan operasi (grounded) pada Boeing 737 Max 8.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Maret 2019  |  06:25 WIB
Garuda Indonesia Rugi US$3 Juta Selama Grounded
Segel terpasang pada badan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, TANGERANG--PT Garuda Indonesia Tbk. mengklaim kompensasi risiko kerugian bisa mencapai US$3 juta dalam sebulan usai dilakukan larangan operasi (grounded) pada Boeing 737 Max 8.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan nominal tersebut rencananya diklaim kepada pihak Boeing. Adapun, satu unit pesawat B737 Max 8 sudah dikandangkan sejak 12 Maret 2019.

"Hitungan kami kerugian mencapai US$3 juta per bulan selama grounded. Mereka [Boeing] mengerti dan akan mempertimbangkan kaarena banyak sekali yang mengklaim kompensasi," kata Askhara, Jumat (29/3/2019).

Dia menambahkan nilai kerugian tersebut terdiri atas biaya sewa (leasing cost) dan potensi pendapatan (revenue). Maskapai tidak menjelaskan secara rinci nominal kerugiannya.

Menurutnya, pihak Boeing bukan dalam sikap bersedia atau menolak klaim kompensasi tersebut. Namun, pabrikan pesawat asal Amerika Serikat tersebut akan mempertimbangkan.

Pihaknya menuturkan selama masa grounded, Garuda telah menghentikan pembayaran biaya sewa (leasing cost) kepada lessor. Hal tersebut dilakukan karena maskapai tidak mengoperasikan pesawat tersebut.

Nantinya, pihak lessor pesawat juga akan mengklaim kompensasi terhadap biaya sewa, yang seharusnya dibayarkan Garuda, kepada Boeing.

Kendati demikian, Askhara menjamin risiko kerugian tersebut tidak berdampak secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Maskapai sudah mempersiapkan Boeing 737 NG sebagai pesawat pengganti.

"Setiap hari kami memiliki dua hingga tiga pesawat untuk backup. Jadi kalau satu grounded, tidak masalah," ujarnya.

Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melakukan grounded bagi seluruh pesawat terbang B737 Max 8 yang dioperasikan oleh maskapai nasional di wilayah ruang udara Indonesia, berlaku sejak 14 Maret 2019.

Langkah ini ditempuh memperhatikan Continuous Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) yang diterbitkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) pada 13 Maret 2019 tentang keselamatan operasi B737 Max 8 dan B737 Max 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top