Siap Berakselerasi, Kimia Farma Targetkan Peningkatan Produksi Tahun Ini 10%

PT Kimia Farma (Persero) Tbk optimistis mampu mencatatkan lagi peningkatan produksi obat sebesar 10% pada tahun ini, dan akan berakselerasi pada tahun berikutnya.
Andi M. Arief | 26 Maret 2019 19:10 WIB
Karyawan Kimia Farma di gudang obat. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk optimistis mampu mencatatkan lagi peningkatan produksi obat sebesar 10% pada tahun ini, dan akan berakselerasi pada tahun berikutnya.

Financial Director PT Kimia Farma (Persero) Tbk. I.G.N. Suharta Wijaya menyampaikan bahwa perseroan mencatat level utilisasi pabrik ke rekor tertinggi perseroan. Alhasil, volume produksi perseroan naik hingga 10% pada tahun lalu.

"Perseroan tidak menghadapi masalah pemesanan obat pada tahun lalu. Oleh karena itu, perseroan akan menggenjot produksi obat pada tahun ini," ujarnya, Selasa (26/3/2019).

Selain itu, menurutnya, Kimia Farma berhasil mengunci bahan baku dari 2 tahun sebelumnya.

Dia menjelaskan bahwa salah satu pendorong pertumbuhan produksi pada tahun ini adalah pengoperasian pabrik perseroan di Banjaran akan mulai beroperasi pada semester II/2019.

Namun, utilisasi pabrik di Banjaran belum maksimal karena harus mengurus nomor izin edar di setiap cabang distributor perseroan. Perseroan, menurutnya, memprediksi utilisiasi pabrik Banjaran baru dapat dimaksimalkan tahun depan.

Sementara itu, Suharta menargetkan produksi volume obat perseroan setidaknya dapat naik 10% hingga akhir tahun. “Baru mungkin pada 2020 paling tidak 20% pertumbuhan total produksi.”

Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GP Farmasi) menghitung ketersediaan obat pada tahun lalu susut yakni 1%--2%. Asosiasi pun menyatakan fenomena tersebut jarang terjadi di industri farmasi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kimia farma

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup