Milenial Diajak Tanggap Isu Energi Bersih Masa Depan

Gerakan #BersihkanIndonesia mengadakan pameran bagi pemilih milenial bertajuk Energi Bersih Masa Depan Indonesia “Beralih ke Energi Terbarukan adalah Hak Kaum Milenial” untuk meningkatkan kesadaran kaum muda atas pentingnya isu energi terbarukan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  09:54 WIB
Milenial Diajak Tanggap Isu Energi Bersih Masa Depan
Siswa memasang panel surya di atas gedung SMK Prakarya Internasional, Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Kaum milenial dipandang perlu mengambil bagian penting untuk masa depan mereka terkait isu energi terbarukan.

Untuk meningkatkan kesadaran kaum muda, Gerakan #BersihkanIndonesia mengadakan pameran bagi pemilih milenial bertajuk Energi Bersih Masa Depan Indonesia “Beralih ke Energi Terbarukan adalah Hak Kaum Milenial”.

“Ide dibalik showcase ini muncul karena melihat debat calon presiden (capres) pada Februari 2019, mengenai energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan. Pembahasan mengenai energi bersih sangat minim. Padahal, energi bersih itu kunci dari masa depan Indonesia sebagai negara besar dan perekonomian maju,“ ujar Adhityani Putri selaku Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah mewakili Gerakan Bersihkan Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (21/3/2019).

Pameran yang diadakan di CGV Grand Indonesia dan dihadiri oleh lebih dari 150 pemilih milenial itu menampilkan pembicara dari kedua kubu pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres), yaitu Tsamara Amany dan Kirana Larasati sebagai perwakilan Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Faldo Maldini dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, serta Rizky Emirdhani sebagai Juru Bicara Gerakan Milenial Indonesia.

Gerakan #BersihkanIndonesia merupakan gerakan moral non partisan yang dibentuk September 2018 untuk mendorong munculnya energi bersih sebagai agenda kampanye dan janji politik para capres dan cawapres jelang Pemilu 2019. Gerakan ini dimotori 35 organisasi masyarakat sipil di bidang energi, lingkungan hidup, dan anti korupsi dari seluruh pelosok Indonesia.

Menurut Adhityani, yang akrab disapa Dhitri, acara ini bertujuan untuk memantik diskusi mengenai langkah-langkah konkrit yang dapat diambil kedua kubu capres dan cawapres yang akan berkontestasi dalam Pemilu 2019.

Para panelis terdiri atas Tasya Kamila selaku Founder Yayasan Green Movement Indonesia, Tiza Mafira selaku pendiri Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia dan Direktur Climate Policy Initiative, Iqbal Damanik selaku Peneliti Auriga Nusantara, Ryan Manafe selaku pendiri dan CEO SUN Energy, serta Mutia dari gerakan anak muda untuk energi bersih Enter Nusantara.

Dhitri menambahkan pemilih milenial berorientasi masa depan. Mereka menginginkan adanya pembahasan mengenai teknologi dan sumber energi bersih, karena mulai tumbuh kesadaran akan pentingnya energi bersih untuk menjadi bagian dari masa depan Indonesia.

"Industri energi bersih dapat mendatangkan peluang kerja, inovasi, dan wirausaha yang luar biasa ragam dan bentuk. Energi bersih juga kunci dari kehidupan yang diinginkan para milenial di mana ada kebebasan gerak dan kebebasan menghirup udara bersih serta kebebasan untuk produk dan konsumsi,“ paparnya.

Pameran ini diharapkan dapat mengangkat pentingnya Indonesia untuk segera beralih dari teknologi yang berbasis energi fosil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi baru terbarukan, generasi milenial

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top