Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Lelang Blok Migas Diyakini Moncer

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan investasi minyak dan gas bumi (migas) tahun ini makin bergairah. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 10 Maret 2019  |  18:41 WIB
Blok migas - Ilustrasi
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan investasi minyak dan gas bumi (migas) tahun ini makin bergairah. 

Kepercayaan diri Kementerian ESDM datang dari adanya animo para investor migas dalam mengakses dokumen penawaran 5 Wilayah Kerja (WK) Migas Konvensional yang Tahap I Tahun 2019 yang dilelang bulan lalu.

"Kelima blok yang bulan lalu dilelang, Alhamdulillah semua ada yang ambil. Jumlahnya berapa atau siapa saja kontraktornya, akan diumumkan nanti setelah periode lelang berakhir pada April," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, dalam keterangan pers, Minggu (10/3/2019).

Adapun, 5 WK yang dilelang secara regular tersebut mengunakan sistem fiksal baru, yaitu Gross Split yaitu WK Selat Panjang, West Kampar, Anambas, West Ganal, dan West Kaimana. Penawaran lelang WK Migas sendiri, menurut Agung, sudah bisa diakses dokumen penawarannya sejak 25 Februari hingga 24 April mendatang. 

Sementara itu , pemasukan dokumen partisipasi paling lambat pada tanggal 25 April 2019. Untuk akses bid document itu sendiri para kontraktor dikenai biaya US$5.000 sebagai bentuk keseriusan perusahaan.

Dalam 2 tahun terakhir sejak diterapkannya kontrak migas skema gross split sudah ada 14 blok yang laku saat dibuka penawaran lelang. 

"Selain itu, gairah juga terlihat dimana investasi migas mencapai sekitar US$13 miliar pada 2018 atau meningkat dibandingkan dengan 2017 yang senilai US$11 miliar," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok migas lelang blok migas
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top