Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Unit Kapal Tol Laut Siap Dioperasikan ASDP, Simak Rutenya

Dua unit kapal yang dibangun pemerintah segera dioperasikan oleh PT ASDP Indonesian Ferry (Persero) untuk melayani dua trayek Tol Laut tahun ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 03 Maret 2019  |  18:00 WIB
2 Unit Kapal Tol Laut Siap Dioperasikan ASDP, Simak Rutenya
Ilustrasi - Kapal ferry berhenti beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/3). Penutupan pelabuhan ketapang oleh PT ASDP untuk menghormati umat Hindu yang sedang merayakan hari raya Nyepi di Bali. - Antara/Budi Candra Setya
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Dua unit kapal yang dibangun pemerintah segera dioperasikan oleh PT ASDP Indonesian Ferry (Persero) untuk melayani dua trayek Tol Laut tahun ini.
 
KM Kendhaga Nusantara 2 telah dilepas pada Jumat (1/3/2019), dari galangan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatra Barat.
Kapal akan tiba 5 hari kemudian dan akan langsung diserahkan kepada ASDP untuk melayani rute Teluk Bayur-Sinabang-Gunung Sitoli-Mentawai (Sikakap)-Teluk Bayur (T-2).
Sehari kemudian, KM Kendhaga Nusantara 6 diserahterimakan kepada ASDP di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk melayani rute Makassar-Polewali-Belang-Belang-Sangatta-Nunukan/Sebatik-Makassar (T-4).
 
"Kapal ini akan dioperasikan di bawah mekanisme kewajiban pelayanan publik yang subsidinya dikelola oleh Ditjen Perhubungan Laut," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Wisnu Handoko, Minggu (3/3/2019).
 
ASDP pada tahun ini mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengoperasikan dua trayek. Menurut Wisnu, selain sebagai operator trayek tol laut, ASDP dapat memberi usulan titik-titik konektivitas lain yang dapat dimasuki kapal atau pula minikontainer. 
Pemerintah sedang berupaya agar Tol Laut tidak hanya dapat menjangkau port to port, tetapi juga wilayah lebih dalam lagi (end to end) dengan melibatkan moda lain, seperti moda darat, penyeberangan, dan udara, terutama daerah tidak memiliki akses jalan memadai.
 
Pemerintah juga akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes) agar bisa membeli barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan pangkal untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.
 
"Kami mempersilakan BUMDes untuk menjual barang dengan selisih harga, tapi tidak boleh memberatkan masyarakat," kata Wisnu. 
 
Selain menyuntikkan subsidi pengoperasian kapal, pemerintah selama ini menyubsidi penuh pembangunan kapal. Sejak 2015, Kemenhub telah membangun 100 unit kapal pendukung tol laut, yang terdiri atas 60 unit kapal perintis, 15 unit kapal kontainer, 20 unit kapal rede, dan 5 kapal ternak. Di luar itu, pemerintah juga membangun kapal-kapal pelayaran rakyat.
 
Wisnu berharap, suatu saat Indonesia bisa membuat kapal kargo berukuran di atas 50.0000 DWT untuk mengangkut muatan ekspor impor Indonesia. Mesin induk boleh diimpor dari negara lain, tetapi sebagian besar komponen diharapkan buatan lokal. 
 
"Kami berharap ke depan galangan kapal tidak hanya tumbuh di wilayah tengah dan barat, tetapi juga di wilayah timur karena sekitar 60% kapal perintis beroperasi di sana."
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub asdp Tol Laut
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top