PLN Perpanjang Masa Diskon Tarif Listrik untuk Industri

Setelah memberikan dikson tarif sebesar Rp52/kWh bagi pelanggan RT 900 VA, PT Perusahaan Listrik Negara (persero), pada tahun ini juga kembali memperpanjang diskon tarif industri sebesar 30% pada pengunaan pk23.00—pk08.00.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  18:04 WIB
PLN Perpanjang Masa Diskon Tarif Listrik untuk Industri
Teknisi memasang jaringan kelistrikan baru di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah memberikan dikson tarif sebesar Rp52/kWh bagi pelanggan RT 900 VA, PT Perusahaan Listrik Negara (persero), pada tahun ini juga kembali memperpanjang diskon tarif industri sebesar 30% pada pengunaan pk23.00—pk08.00.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN, Djoko Abumanan mengatakan diskon tarif industri sudah diberlakukan selama 3 tahun belakangan dan berakhir pada periode Desember 2018.

“Sudah didiskon selama periode 3 tahun. Makanya hal itu menjadi salah satu faktor naiknya konsumsi listrik untuk industri. Tahun ini kami berikan lagi sampai akhir tahun ini,”katanya kepada Bisnis Selasa (28/2/2019).

Adapun PLN telah pemberlakuan paket diskon 30% sejak 2016 dan ditawarkan kepada industri sebagai program jangka panjang tiga tahun, berupa diskon tarif bagi tambahan pemakaian listrik pukul 23.00- 08.00 Paket diskon ini merupakan bagian paket kebijakan ekonomi jilid III.

Program ini diharapkan bisa membantu bagi indutri karena kelesuan ekonomi, menurunkan produksi terutama pada shift tengah malam. Dengan pemberian diskon tarif ini diharapkan produksi meningkat dan menjadi bergairah kembali seperti semula.

Tidak ada persyaratan khusus bagi konsumen industri yang mau mengikuti program ini, bahkan tanpa ada sanksi. Hanya saja, program ini diberikan kepada industri skala menengah dan besar, dengan daya di atas 200 kVA.

Dengan memanfaatkan insentif tarif malam hari ini, industri bisa menambah investasi membeli peralatan produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, industri

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top