Energi Hijau : Motor Listrik Lebih Bermanfaat Dikembangkan

Pengembangan sepeda motor listrik dinilai lebih mudah diimplementasikan saat ini ketimbang mobil listrik dalam upaya memangkas konsumsi bahan bakar fosil.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  18:21 WIB
Energi Hijau : Motor Listrik Lebih Bermanfaat Dikembangkan
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits', di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Pengembangan sepeda motor listrik  dinilai lebih mudah diimplementasikan saat ini ketimbang mobil listrik dalam upaya memangkas konsumsi bahan bakar fosil.

Pengamat ekonomi makro dari Universitas Indonesia Faisal Basri menuturkan saat ini sepeda motor merupakan yang paling besar mengkonsumsi bahan bakar fosil.

Oleh karena itu kalau ingin mengembangkan kendaraan listrik, lebih feasible jika mengembangkan sepeda motor. Selain teknologinya lebih sederhana, infrastruktur pendukungnya juga lebih mudah dibangun.

 “Jadi tidak harus menggunakan tenaga listrik tegangan tinggi seperti pada mobil listrik. Kendaraan lainnya bisa juga yang bentuknya berupa public transport seperti bus, mengingat sekarang ini jumlah kendaraan bus sudah semakin banyak di Indonesia,”ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis Senin (25/2/2019).

Faisal  juga mengatakan pembuatan sepeda motor listrik lebih sederhana, dibandingkan teknologi untuk mobil listrik. Sebab jika industri produsen motor dari Jepang tidak mengembangkan industri sepeda motor listrik di Indonesia, maka saat ini menjadi momentum untuk mengembangkan industri sepeda motor listrik sendiri.

Nantinya apabila tanah air memiliki produksi motor listrik sendiri, dan menggunakan merek sendiri, akan mengurangi ketergantungan kepada produksi motor Jepang

Selanjutnya, kata dia, produksi harus dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pengguna sepeda motor listrik diberi fasilitas untuk parkir khusus. Bahkan diupayakan di hotel dan mal (pusat belanja) disediakan fasilitas parkir untuk sepeda motor listrik, dengan mengurangi jatah mobil. Hal tersebut akan menunjukkan adanya keberpihakan.

Dia menuturkan, hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Spanyol, yang memberi fasilitas khusus kepada pengendara sepeda motor.

Oleh karenanya diharapkan di Indonesia, di mana retribusi parkir sudah diurus pemerintah daerah, ini menjadi perhatian khusus.  Begitu juga dengan pedagang kaki lima yang memakai motor listrik, sebaiknya diberi tempat fasilitas khusus kaki lima, bukan lokasi angkutan barang.

Dia melanjutkan, ketika berbicara mengenai sepeda motor listrik dan mobil listrik, maka teknologi kuncinya adalah pada baterei, supaya kapasitasnya tidak mudah drop. Untuk itu industri dalam negri juga harus mampu menguasai teknologi baterei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, Sepeda Motor Listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top