Dua Kapal Perintis Diserahkan ke Operator, Siap Layani Warga Saumlaki

Pemerintah menyerahkan dua kapal perintis pendukung tol laut kepada operator untuk melayani mobilitas masyarakat Maluku.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  20:48 WIB
Dua Kapal Perintis Diserahkan ke Operator, Siap Layani Warga Saumlaki
Kapal perintis - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menyerahkan dua kapal perintis pendukung tol laut kepada operator untuk melayani mobilitas masyarakat Maluku.
 
Siaran pers Kementerian Perhubungan, Minggu (24/2/2019), menyebutkan KM Sabuk Nusantara 72 diserahkan kepada PT Pelni Cabang Saumlaki dan kapal KM Sabuk Nusantara 41 diserahkan kepada PT Mandala Sejahtera Abadi di Saumlaki, Maluku Tenggara.
 
KM Sabuk Nusantara 72 akan melayani rute Saumlaki-Larat Molu Ambon-Ambalau-Namrole-Leksula-Namrole-Ambalau-Ambon-Molu-Larat-Sofyanin/Rumyaan-Tutukembong-Saumlaki.
 
Sementara itu, KM Sabuk Nusantara 41 akan melayani rute Saumlaki-Kroing/Letwurung-Marsela-Tepa-Bebar/Wulur-Moa-Leti-Kisar/Wonreli-Lerokis-Eray/Esulit-Kalabahi-Eray/Esulit-Lerokis-Kisar/Wonreli-Moa-Leti-Bebar/Wulur-Tepa-Marsela-Kroing-Saumlaki. 
 
"Penyerahan kedua kapal menandakan kehadiran negara untuk menunjukan komitmen yang kuat dalam konektivitas antarwilayah," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Wisnu Handoko dalam siaran pers itu.
 
Kemenhub berencana, setiap pekan akan ada penyerahan kapal-kapal yang sudah selesai dibangun. Dalam tiga pekan terakhir, lima kapal perintis yang sudah selesai dibangun oleh galangan kapal diserahkan, yakni KM Sabuk Nusantara 94 di Biak, KM Sabuk Nusantara 77 di Sorong, KM Sabuk Nusantara 93 di Kota Baru, KM Sabuk Nusantara 75 dan KM Sabuk Nusantara 71 di Ambon.
 
Berdasarkan Peraturan Presiden No 2/2016 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara dan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 48/2018 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara, Kemenhub melaksanakan penyelenggaraan pelayanan publik angkutan laut penumpang (perintis), barang, dan angkutan perairan dari tahun ke tahun untuk menjaga konektivitas angkutan laut, ketersediaan kapal, ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.
 
Saat ini terdapat 113 trayek kapal perintis yang berpangkalan di 41 pelabuhan di 23 provinsi dan singgah di sekitar 500 pelabuhan.
Kapal-kapal itu berukuran 200 gros ton hingga 2.000 GT dengan kapasitas angkut 30.000 penumpang yang melayani 17,7% kawasan Indonesia barat dan 82,3% kawasan Indonesia timur.
 
Kapal perintis bertujuan menghubungkan daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan, dengan daerah yang sudah berkembang atau maju.
Kapal perintis juga mengoneksikan daerah yang moda transportasinya belum memadai atau daerah yang secara komersial belum menguntungkan untuk dilayani oleh pelaksana kegiatan angkutan laut, angkutan sungai dan danau, atau angkutan penyeberangan.
 
Wisnu meminta agar setiap pangkalan, dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  maupun Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), mengawasi aktivitas kapal dan melapor ke kantor pusat sehubungan dengan rencana peniadaan petugas pengawas di atas kapal.
 
"Ke depannya, Ditjen Hubla akan bekerja sama dengan PT Telkom untuk memantau pergerakan kapal dan pelayanan tiket online serta mengoptimalkan ship management, memasang CCTV di tiap-tiap kapal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maluku, kapal perintis

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup