Standard Chartered Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 Stabil

Standard Chartered Bank memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah perlambatan ekonomi dunia, didukung belanja infrastruktur, daya beli, dan investasi swasta.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  09:37 WIB
Standard Chartered Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 Stabil
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit ( LRT) di Jakarta, Senin (14/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Standard Chartered Bank memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah perlambatan ekonomi dunia, didukung belanja infrastruktur, daya beli, dan investasi swasta.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (8/2/2019), Standard Chartered menyatakan optimistis terhadap kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini. Optimisme itu didasari pada sejumlah proyeksi, yakni:
- Di tengah perlambatan ekonomi dunia tahun ini, yakni sebesar 3,6% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 3,8%, momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil didukung oleh pengeluaran belanja infrastruktur pemerintah, peningkatan daya beli rumah tangga, dan pemulihan sektor investasi swasta yang mampu mengimbangi permintaan eksternal yang moderat;
- Kebijakan moneter yang ketat dari Bank Indonesia (BI) untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed serta defisit transaksi berjalan. Standard Chartered memperkirakan bank sentral AS akan kembali mengerek suku bunga pada kuartal III/2019;
- Pemerintah akan melanjutkan pemberian stimulus fiskal jika pertumbuhan ekonomi belum terlalu meyakinkan;
- Ada dua faktor yang diharapkan mampu menstabilkan rupiah, yaitu membaiknya sentimen terhadap emerging market seperti Indonesia dan The Fed tak terburu-buru menaikkan suku bunga. Rupiah diperkirakan berada di posisi Rp14.600 pada akhir 2019.

Proyeksi tersebut akan turut disampaikan dalam seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang digelar di berbagai kota di Indonesia dan dihadiri ratusan nasabah prioritas Standard Chartered. Seminar ini bakal mendiskusikan peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, dan global sepanjang 2019.

Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan seminar WoW ini menandai tahun ke-15 komitmen Standard Chartered untuk memandu nasabah dalam berinvestasi, di tengah dinamika pasar finansial global yang turut berpengaruh terhadap ekonomi nasional.

"Tahun ini merupakan tahun yang menarik, di mana keputusan finansial dan berinvestasi akan dipengaruhi nuansa politik. Namun, sebagai bank tertua yang telah beroperasi lebih dari 155 tahun di Indonesia, kami optimistis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat serta peningkatan daya beli rumah tangga dan pemulihan sektor investasi swasta," paparnya.

Seminar tersebut mengusung topik "Indonesia 2019: Unlocking Opportunities amid Global Uncertainties". Selain menghadirkan Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra, seminar ini juga diisi oleh Managing Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia Bambang Simarno, Menteri Keuangan periode 20130-2014 Chatib Basri, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, dan Marketing Director PT Ashmore Asset Management Indonesia Arief Cahyadi Wana.

Seminar WoW akan dilangsungkan di empat kota, yakni Bandung pada 7 Februari, Jakarta pada 11 Februari, Surabaya pada 19 Februari, dan Medan pada 25 Februari. Kegiatan ini diharapkan bakal dihadiri oleh 2.500 nasabah prioritas.

Di sisi lain, Divisi Wealth Management Standard Chartered juga meluncurkan dua layanan baru bagi nasabah prioritas pada tahun ini, yakni Online Mutual Funds dan SmartGoals. Kedua layanan ini disebut dapat membantu nasabah melakukan transaksi reksa dana secara online melalui SC Mobile atau iBanking.

Lewat Online Mutual Funds, nasabah prioritas akan dimudahkan dalam bertransaksi reksa dana, seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan secara online. Adapun SmartGoals diklaim sebagai layanan pertama di Indonesia yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi, yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan profil investasi tiap nasabah.

Bambang menuturkan seminar ini menjadi cerminan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah terhadap produk dan layanan yang diberikan. Dua layanan baru tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan jumlah nasabah prioritas sebesar 15%-20% pada tahun ini.

"Kedua layanan baru yang kami luncurkan juga bentuk komitmen kami untuk senantiasa berinovasi dalam memudahkan nasabah melakukan transaksi dan mengatur kebutuhan finansial," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top