Minta Waktu Seminggu, Jokowi Janji Kerek HPP Gula

Presiden Joko Widodo berjanji untuk menaikkan Harga Pokok Pembelian (HPP) gula dari harga saat ini Rp9.700. Ketika menemui para petani tebu di Istana Negara, Jokowi bahkan meminta waktu hingga sepekan untuk kembali mendiskusikan hal tersebut di dalam kelompok yang lebih kecil.
Amanda Kusumawardhani | 06 Februari 2019 19:31 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berdialog dengan petani tebu saat acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo berjanji untuk menaikkan Harga Pokok Pembelian (HPP) gula dari harga saat ini Rp9.700.

Ketika menemui para petani tebu di Istana Negara, Jokowi bahkan meminta waktu hingga sepekan untuk kembali mendiskusikan hal tersebut di dalam kelompok yang lebih kecil.

"Intinya semangatnya kita naikkan, berapanya belum diputuskan. Harga minta naik ke Rp10.500, tolong diberi waktu seminggu saya akan undang Pak Mitro [Ketua Umum APTRI] dan mungkin dari DPD nanti saya undang dari APTRI [Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia] bicara soal ini," kata Jokowi, Rabu (6/2/2019).

Keputusan untuk menaikkan HPP gula tersebut didapat setelah Jokowi mendengarkan keluhan para petani tebu terkait HPP yang dinilai lebih rendah dibandingkan harga produksi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mengungkapkan instruksi Jokowi untuk menyerap gula dari petani oleh Perum Bulog diakuinya masih jauh di bawah harga produksi.

"Bapak perintahkan Bulog untuk perintahkan [serap] gula petani Rp9.700 tapi ini masih di bawah BPP [Biaya Pokok Produksi] kami Rp10.500. Apa yang dilakukan Bulog belum menyentuh seluruh petani karena yang dibeli Bulog hanya petani yang tebunya digiling di BUMN," tekannya.

Oleh karena itu, APTRI mengusulkan untuk menaikkan harga eceran terendah di kisaran Rp10.500 dan harga eceran tertinggi Rp12.500.

Tag : jokowi, hpp gula
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top