Pendiri & Juru Kunci Bursa Kripto Ini Meninggal, Dana Senilai Ratusan Juta Dolar Kehilangan Akses

Pengadilan Kanada mengeluarkan penangguhan 30 hari untuk proses pengajuan klaim terhadap bursa cryptocurrency Quadriga CX. Bursa ini kehilangan akses dana setelah pendirinya, Gerald Cotten meninggal pada Desember 2018. Cotten adalah satu-satunya orang yang memiliki kata sandi untuk digital wallet yang berisi mata uang kripto senilai C$180 juta.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Februari 2019 17:07 WIB
Cryptocurrency - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Quadriga CX, bursa cryptocurrency yang kehilangan akses jutaan dolar setelah pendirinya meninggal dunia diberikan penangguhan sementara dari tuntutan hukum kreditur.

Dilansir Reuters, Hakim Halifax Michael Wood pada Selasa (5/2/2019) mengeluarkan penangguhan 30 hari untuk proses pengajuan klaim terhadap Quadriga. Bursa yang berbasis di Kanada ini kehilangan akses dana setelah kematian pendirinya, Gerald Cotten.

Ernst & Young telah ditunjuk sebagai monitor pihak ketiga perusahaan untuk membantu mengelola keuangan Quadriga selama proses tersebut.

Cotten, yang meninggal pada Desember karena komplikasi penyakit Crohn ketika berada di India, adalah satu-satunya orang yang memiliki kata sandi untuk digital wallet yang berisi mata uang kripto senilai C$180 juta, menurut laporan pengadilan.

"Meskipun telah melakukan pencarian berulang, saya belum dapat menemukan (kata sandi) yang ditulis di mana pun," ungkap istri Cotten, Jennifer Robertson dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip Reuters.

Dokumen pengadilan menunjukkan Quadriga berutang kepada 115.000 pengguna setara dengan C$250 juta (US$190,46 juta). Dokumen itu juga menunjukkan Quadriga memiliki aset senilai C$30 juta dalam bentuk bank draft.

Pengacara Quadriga, Maurice Chiasson mengatakan kepada pengadilan bahwa perusahaan membutuhkan waktu untuk mencari dana terhutang senilai C$250 juta. Menurut pengajuan pengadilan, perusahaan sedang mempertimbangkan menjual platform-nya untuk menutupi utangnya.

Cotten selalu sadar akan keamanan. Laptop, alamat email, dan sistem pengiriman pesan yang digunakannya untuk menjalankan bisnis berusia 5 tahun tersebut selalu dienkripsi.

Untuk menghindari peretasan, Cotten memindahkan "mayoritas" koin digital ke dalam cold storage, atau media penyimpanan yang tidak terhubung ke internet, ungkap pengadilan.

Cole Diamond, CEO Coinsquare yang berbasis di Toronto, mengatakan kata sandi untuk cold storage biasanya dipegang oleh satu orang saja, melainkan dengan dua atau lebih otorisasi.

Tag : cryptocurrency
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top