Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BKPM Thomas Lembong Yakinkan Pertumbuhan Indonesia Solid dalam World Economic Forum

Dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid. Dia mengungkapkan pertumbuhan Indonesia pelan tapi pasti serta diprediksi berlipat ganda setiap 14 tahun.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Januari 2019  |  09:48 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong (tengah) menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti BKPM - HSBC Infrastructure Forum di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan
Kepala BKPM Thomas Lembong (tengah) menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti BKPM - HSBC Infrastructure Forum di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid. Dia mengungkapkan pertumbuhan Indonesia pelan tapi pasti serta diprediksi berlipat ganda setiap 14 tahun. 

Pada tahun 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% dan mencapai US$1 triliun, dan mencapai tonggak sejarah baru untuk bergabung dengan the Trillion-Dollar-Club, yang hanya bisa diraih 16 negara. 

“Hal ini merupakan salah satu momen bersejarah ekonomi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," ujar Thomas dalam keterangan resminya kepada media, Minggu (27/1).

Menurut Thomas, sebagai pasar yang baru muncul, Indonesia masih rentan terhadap pergeseran sentimen di kalangan investor internasional. Namun, dengan adanya perang dagang AS dengan China dapat membuat Indonesia lebih menarik bagi para investor saat ini.

Selain itu Kepala BKPM juga menyampaikan bahwa perlambatan ekonomi dunia memberikan efek yang baik, karena dapat membuka ruang untuk mengurangi risiko dan tekanan di pasar modal.

WEF Annual Meeting 2019 tengah berlangsung dari tanggal 22-25 Januari 2019 dengan tema besar “Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution”.

Kepala BKPM hadir di Davos, Swiss, untuk berbicara pada sesi WEF diantaranya “Shaping ASEAN’s agenda in the Global Context”, “Future of Consumption System” dan “Informal Gathering of World Economic Leaders (IGWEL) entitled “The End of Global Trade as We Know It?” . 

Di sela-sela kegiatan WEF Davos, Kepala BKPM juga menghadiri beberapa kegiatan side event yang digagas bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. 

Dalam Kegiatan bertajuk Nexticorn Media Briefing tersebut, Kepala BKPM menyampaikan optimism bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara paling penting di ASEAN terkait ekonomi digital.

“Hingga 2025, diharapkan sudah terdapat tambahan 20 unicorn dari Indonesia yang menjadi pemain tidak hanya di level nasional tapi juga regional di ASEAN,” ungkapnya.

Selain kegiatan WEF, Kepala BKPM juga melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan di bidang informasi teknologi, energi, pariwisata, logistik, jasa keuangan, industri farmasi, pengolahan limbah, e-commerce serta jasa kebandarudaraan guna membahas minat dan tren investasi di Indonesia yang lebih meyakinkan.

Di tengah event WEF, Indonesia kembali menampilkan Indonesia Pavilion juga ramai dikunjungi di Davos, tercatat lebih dari 320 pengunjung hadir dalam Indonesia Pavilion selama 22-25 Januari 2019, dan mencatat beberapa minat investasi di bidang industri supplemen, industri kertas, industri kosmetik dan informasi teknologi. 

Hadir dalam kegiatan Davos, di antaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Kegiatan Indonesia Pavilion tahun ini juga diwarnai dengan sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pada tahun ini terdapat tech show (Virtual Reality, Augmented Reality dan Neuro Brain Wave Technology) serta pameran produk makanan dan minuman Indonesia yang memungkinkan para investor merasakan sesuatu yang menyenangkan di Indonesia Pavilion. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

World Economic Forum thomas lembong
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top