Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vokasi Cirebon Power, 19 Siswa Peroleh Sertifikat Kelistrikan

Kegiatan vokasi ketenagalistrikan oleh PT Cirebon Power telah meluluskan 19 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  08:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kegiatan vokasi ketenagalistrikan oleh PT Cirebon Power telah meluluskan 19 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

Program yang merupakan hasil kerja sama Cirebon Power dengan Korean Midland Power (KOMIPO) dan Kementerian Perindustrian ini telah berjalan selama 6 bulan, yaitu sejak Agustus 2018.

Sebanyak 20 siswa peserta vokasi berasal dari lulusan terbaik dari sejumlah SMK di Cirebon. Dalam perjalanannya, satu siswa mengundurkan diri.

Program vokasi ini terdiri atas 200 jam belajar yang dibimbing instruktur dari Politeknik Manufaktur Bandung, dan tenaga ahli dari Korea.

Para siswa juga telah menjalani 4.800 jam kerja praktik (on job training) di pembangkit. Di akhir program, para peserta mengikuti uji kompetensi yang dilakukan Ikatan Ahli Teknik Ketenalistrikan Indonesia (IATKI).

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto mengatakan, program ini memiliki tujuan untuk bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang ketenagalistrikan.

Saat ini, sejumlah pembangkit listrik sedang dalam proses pembangunan dan tidak lama lagi akan beroperasi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Lulusan vokasi ini mengantongi sertifikat kompetensi dari Kementrian ESDM sehingga memenuhi kualifikasi untuk bekerja di pembangkit listrik manapun, apalagi keahlian mereka sangat langka dan spesifik," ujar Heru melalui keterangan resmi Rabu (23/1/2019).

Cirebon Power juga sudah merekrut dua lulusan terbaik dalam program vokasi ini. Heru mengatakan, sangat memungkinkan pihaknya akan kembali merekrut lulusan program vokasi ini di perusahannya.

"Untuk saat ini, karena memang yang dibutuhkan baru dua orang. Jadi, kami baru bisa merekrut dua orang. Namun, kami juga membebaskan mereka untuk mencari peluang lain," kata Heru.

Heru juga berharap, dengan dilibatkannya masyarakat lokal dalam program vokasi ini, nantinya bisa lebih banyak lagi pekerja lokal yang bisa bergabung di Cirebon Power. Selain itu, Cirebon Power juga akan menyalurkan para lulusan vokasi ini, ke dalam data base asosiasi pembangkit listrik di Indonesia.

"Sehingga, nanti tidak mesti bekerja di Cirebon Power, namun bisa juga ke perusahan pembangkit lainnya," kata Heru.

Haris Munandar, Sekjen Kementerian Perindustrian, mengapreasiasi kegiatan vokasi yang diinisiasi oleh Cirebon Power ini. Menurutnya, Kemenperin saat ini memang sedang fokus dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan program vokasi ini.

Pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sekitar 650 perusahaan, untuk bisa melaksanakan program vokasi atau pelatihan kerja ini. Namun untuk vokasi tentang pembangkit listrik, Haris mengakui bahwa Cirebon Power merupakan perusahaan yang pertama kali mengadakan.

"Karena Cirebon Power merupakan pioneer dari pembangkit yang menggunakan teknologi batu bara bersih," ujar Haris.

Program vokasi yang dilakukan oleh Cirebon Power ini, menunjukkan bahwa pembangkit listrik di Cirebon tersebut, ikut berperan dalam menyiapkan tenga kerja ketenagalistrikan yang kompeten, terutama pembangkit listrik. Dengan banyaknya perusahaan yang menyelenggarakan program vokasi, diharapkan tenaga kerja di Indonesia akan lebih banyak terserap.

" Harapannya ke depan, perusahaan-perusahaan harus menggunakan tenaga kerja Indonesia," kata Haris.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top