Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Ditugaskan Serap Jagung Tahun Ini

Pemerintah menugaskan BUMN pangan Perum Bulog untuk menyerap jagung dari petani pada masa panen raya tahun ini untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak itu pada musim paceklik.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  20:32 WIB
Petani mengupas kulit jagung menjelang panen di Desa Polagan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Saiful Bahri
Petani mengupas kulit jagung menjelang panen di Desa Polagan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menugaskan BUMN pangan Perum Bulog untuk menyerap jagung dari petani pada masa panen raya tahun ini untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak itu pada musim paceklik.

Usulan mengenai tugas penyerapan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (22/1). Rapat itu dihadiri juga oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut Bulog Budi Waseso, serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Amran mengatakan, penugasan itu untuk mengantisipasi agar harga jagung tidak jatuh saat panen raya., "Tadi kita di Rakortas yang dipimpin Pak Menko Darmin, Insyaallah mulai besok kita persiapkan untuk melakukan serapan jagung guna menghadapi panen puncak pada Februari, Maret, April," katanya.

Kementerian Pertanian memprediksikan potensi produksi jagung pada Januari 2019 sekitar 1,7 juta ton. Berdasarkan prognosis Ditjen Tanaman Pangan, puncak produksi jagung jatuh pada Februari mencapai 4,8 juta ton dengan luas panen sebesar 978.674 hektare. (lihat grafis)

Dengan demikian, selama kuartal I/2019, produksi jagung dalam negeri diperkirakan mencapai kisaran 10 juta ton. Adapun, berkaca pada kondisi tahun lalu, rerata kebutuhan jagung per bulan pada periode itu berkisar 1,5 juta ton.

Poin lain yang menjadi pertimbangan Kementan adalah serapan jagung awal tahun dipersiapkan untuk masa paceklik yang diperkirakan jatuh pada kuartal IV.

"Serapan pada panen puncak ini untuk stok persiapan oktober pada saat paceklik. Dulu kan cuma beras nih. Sekarang sudah serap jagung dan disimpan pada posisi paceklik,"imbuh Amran.

Amran mengatakan pihaknya sudah menyiapkan mesin pengering sebanyak 900.000 unit untuk menopang kebijakan anyar tersebut. Dia optimistis menjelang panen, harga jagung berpotensi jatuh sehingga perlu diantisipasi dari sekarang.

"Empat hari lalu kita ke Probolinggo, ada satu hamparan [kebun jagung] sekitar  3.000 hektare, harganya Rp4.000/kg ditingkat petani. Nanti mulai masuk panen puncak ini bisa lebih murah sehingga kita melalukan antisipasi," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan berupaya supaya petani tidak merugi dengan kejatuhan harga dan peternak tetap mendapatkan harga jagung yang terjangkau.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan akan mendukung program penyerapan jagung oleh Perum Bulog. "Saya dukung usulan penyerapan jagung musim panen mendatang. Nanti saat panen raya, kami mendukung pembelian dari petani," tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pun tidak merasa keberatan dengan penugasan tersebut.

"Jadi sesuai dengan Mentan dari BPS juga nanti. Kami ikuti saja pola pola panen, kami akan serap sesuai wilayah yang dipetakan. Tadi sudah dibahas beberapa daerahnya termasuk Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan daerah di sentara Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah ada. Nanti kita serap," katanya.

Buwas mengatakan peran perseroan dalam upaya ini hanya sebagai menyimpan cadangan jagung. Pasalnya berkaca dari kejadian tahun lalu ketika jagung langka di tingkat petani, harga merangkak naik sampai Rp6.000/kg.

Sejauh ini Perum Bulog belum memiliki target serapan jagung yang harus direalisasikan. Akan tetapi Buwas mengatakan penyerapan akan disesuaikan dengan kebutuhan para peternak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog jagung
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top