Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Air Minum Jatigede Masih Tunggu Penetapan PJPK

Pembangunan SPAM Jatigede dilakukan dalam dua tahap dengan investasi mencapai Rp4 triliun.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 16 Januari 2019  |  08:01 WIB
Suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar
Suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum masih menunggu Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penunjukan penanggung jawab proyek kerja sama pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum Jatigede di Sumedang.

Anggota Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Henry M. Limbong mengatakan bahwa sampai dengan saat ini proyek SPAM Jatigede belum maju ke tahap transaksi.

“Sampai saat ini masih tahap FS [feasibility study] karena butuh pendanaan besar harus ada VGF [viability gap fund] besar jadi, masih dikaji,” tuturnya kepada Bisnis.com, Selasa (15/1).

Studi kelayakan ini nantinya menentukan harga air baku yang akan ditawarkan kepada perusahaan daerah air minum (PDAM).

Studi ini juga akan menentukan lokasi mana yang akan menjadi jalur SPAM sehingga harga yang ditawarkan bisa terjangkau.

Pemprov Jabar juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, antara lain penunjukan penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK). Rencana sebelumnya, kajian awal prastudi kelayakan atau outline business case (OBC) ini ditargetkan selesai pada akhir 2018, tetapi sampai dengan saat ini belum rampung. “PJPK juga belum ditunjuk oleh Gubernur Jabar.”

Pemprov Jabar juga perlu mengurus izin lingkungan, penetapan lokasi intake dan reservoir offtake, serta pembuatan perjanjian kerja sama antardaerah.

Sementara itu, PDAM yang akan menerima air curah dari SPAM Jatigede juga perlu mengurus izin lingkungan dan menyediakan lokasi jaringan pipa distribusi sampai sambungan rumah.

PDAM juga diminta melakukan validasi rencana bisnis dengan OBC yang telah disusun.

Proyek air minum Jatigede akan memanfaatkan debit air Waduk Jatigede sebagai sumber air baku. Air dari Waduk Jatigede akan dialirkan untuk masyarakat dan industri yang ada di daerah Sumedang, Majalengka, Indramayu, dan Cirebon.

Kapasitas SPAM Jatigede dirancang 3.500 liter per detik. Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap dengan investasi mencapai Rp4 triliun. Pada tahap pertama, SPAM dibangun dengan kapasitas 1.500 liter per detik, sedangkan pada tahap kedua sebesar 2.000 liter per detik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum waduk jatigede
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top