Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Udang Akan Topang Perikanan Budi Daya

Komoditas udang masih menjadi penopang utama kinerja produksi perikanan budi daya tahun ini.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  16:32 WIB
Udang vaname - Antara/Syifa Yulinnas
Udang vaname - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA - Komoditas udang masih menjadi penopang utama kinerja produksi perikanan budi daya tahun ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyampaikan bahwa target produksi udang pada 2019 dari hasil rapat trilateral antara KKP, Kementerian Keuangan dan Bappenas adalah sebanyak 1,098 juta ton.

“Karena udang ini kan [nilai ekonomi pada] ekspor,” ujarnya saat ditemui Bisnis, beberapa waktu lalu.

Slamet memproyeksikan pembudidayaan udang pada tahun ini cukup bagus karena permintaan ekspor untuk komoditas ini masih tinggi.

Selain itu, dukungan lain adalah telah dibukanya kawasan-kawasan baru untuk pembudidayaan udang di beberapa daerah seperti di Kalimantan Timur, Utara, Aceh dan Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, KKP berharap para pembudidaya udang yang saat ini masih terpusat di Jawa--kebanyakan petambak udang melakukan produksi di sekitar daerah Pantura--harus memberanikan diri untuk hijrah mencari tempat tambak baru dengan kualitas air yang bagus guna menggenjot produksi mereka.

“Kita menyarankan para pembudi daya udang sekarang ya jangan fokus di Jawa [tambaknya] harus keluar Jawa untuk mencari [tempat tembak] dengan kualitas air yang bagus,” tandasnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri menargetkan produksi perikanan budi daya tanpa rumput laut akan mencapai 8,36 juta ton pada 2019. Angka tersebut merupakan hasil revisi dari target awal yang mencapai 10,36 juta ton.
 
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

udang
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top