ExxonMobil Cepu Jadi Anak Emas di Hulu Migas

Capaian ExxonMobil Cepu Limited atas produksi siap jual (lifting) minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang mencapai 220 barel per hari (bph) menjadi buah bibir yang manis di sektor hulu migas.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 13 Januari 2019  |  21:29 WIB
ExxonMobil Cepu Jadi Anak Emas di Hulu Migas
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Capaian ExxonMobil Cepu Limited atas produksi siap jual (lifting) minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang mencapai 220.000 barel per hari (bph) menjadi buah bibir yang manis di sektor hulu migas.

Saat ini, produksi blok migs yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur itu, khususnya dari Lapangan Banyu Urip, menjadi penopang dalam meningkatkan laju produksi dan lifting minyak bumi nasional. Produksi Blok Cepu saat ini mencapai 220.000 bph dan diperkirakan akan bertahan hingga 2020.

Dirjen Migas, Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan bahwa peningkatan produksi terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin  yang dilakukan ExxonMobil.

"Blok Cepu itu kan sekarang menyalip Chevron [Blok Rokan], dia awal Plan of Development [POD] 165.000 barel per hari lalu kami upayakan ke 185.000 barel per hari, lalu naik ke 220.000 barel per hari, itu upayanya dengan memasang fasilitas pendingin," kata Djoko, akhir pekan lalu.

Data Kementerian ESDM, menunjukkan pada 2017, produksinya meningkat menjadi 185.000 bph dan tahun ini ditargetkan sebesar 216.000 bph.

Djoko menambahkan keberadaan cooler dapat mempertahankan produksi blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) sampai 2020. Dengan begitu, apabila nanti pada 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun ini.

"Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang 6 km untuk masuk di fasilitas lapangan Banyu Urip," tambahnya.

ExxonMobil selaku operator menemukan lapangan Banyu Urip dengan cadangan mencapai 450 juta barel. Mulai berproduksi pada 2008 dengan kapasitas 20.000 barel per hari, dan terus naik sampai sekarang.

Pada awal Desember 2018, cadangan Blok Cepu meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah. Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel.

Tidak berhenti di Lapangan Banyu Urip pada 2011, ExxonMobil menemukan cadangan baru di lapangan Kedung Keris dan akan beroperasi penuh pada Kuartal III/2019 dengan proyeksi penambahan produksi sebesar 10.000 bph.

Dengan capaian ExxonMobil di Cepu, Kementerian ESDM mendaulat investor asal Amerika Serikat tersebut sebagai andalan utama lifting minyak nasional menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190.000 bph lantaran masuk dalam kategori mature.

Meski demikian, keduanya tetap merupakan tumpuan produksi dan lifting minyak nasional. Secara umum, lifting minyak pada tahun 2018 mencapai 778 Ribu Barrel Oil Per Day (MBOPD). Sedangkan lifting gas sebesar 1.139 Ribu Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOEPD).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hulu migas

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top