Dampak Perang Dagang AS-China, Indonesia Jadi Tujuan Relokasi Industri

Pemerintah mencatat sejumlah perusahaan berencana merelokasi pabriknya ke Indonesia, salah satunya di Batam. Hal itu terjadi sebagai dampak dari masih tingginya ketegangan Perang Dagang antara Amerika Serikat dan China.
Amanda Kusumawardhani | 12 Desember 2018 17:23 WIB
Nelayan tradisional melintasi kawasan Jembatan Barelang di kelurahan Tembesi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (28/4/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah mencatat sejumlah perusahaan berencana merelokasi pabriknya ke Indonesia, salah satunya di Batam. Hal itu terjadi sebagai dampak dari masih tingginya ketegangan Perang Dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China memberikan berkah tersendiri bagi Indonesia, terutama bagi industri ponsel pintar, sepatu, dan tekstil.

“Di Batam ini sudah ada industri 4.0, seperti ada Schneider Electric, ada Infineon. Itu semua mereka ingin lakukan ekspansi dan kawasan Nongsa akan menjadi Digital Hub. Tentu ini akan kita perbaiki situasi iklim yang kondusif,” katanya di Kantor Presiden, Rabu (12/12/2018).

Baru-baru ini, perusahaan perakit produk-produk Apple, Pegatron Corporation, memilih Indonesia sebagai negara tujuan diversifikasi pertama manufakturnya. Dalam hal ini, Pegatron akan bermitra dengan PT Sat Nusapersada Tbk. untuk memproduksi produk elektronik bermerek Apple tersebut.

“Dengan trade war China dan AS, potensi order pertumbuhan industri smartphone, mereka menghendaki ada negara ketiga yang suplai, salah satunya adalah Indonesia. Mereka sudah memberikan hint, pertumbuhan empat hingga lima tahun ke depan dialihkan ke negara lain, salah satunya di Indonesia,” ujarnya.

Hingga saat ini dia mengaku pemerintah masih menghitung komitmen investasi yang masuk ke Batam. Khusus untuk industri digital, masuknya investasi masih harus menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Dia merinci, rata-rata laporan yang masuk ke pihaknya adalah rencana ekspansi pabrik misalnya McDermott yang diperkirakan akan menambah tenaga kerja. Selain itu, masih ada Schneider Electric dan Infineon yang berencana melakukan ekspansi.

“[Komitmen investasi] udah ada beberapa, tapi nanti kita lihat. Salah satunya kemarin, ini Lotte. Karena dampak [trade war] dia punya franchise di China disuruh dijual, sehingga dia harus memilih negara lain dan mereka memilih Indonesia,” tekannya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top