Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Prioritaskan Timor Leste dalam Kerja Sama Selatan-Selatan

Republik Demokratik Timor Leste masuk dalam tiga besar skala prioritas Indonesia dalam mengimplementasikan skema kerja sama Selatan-Selatan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 03 Desember 2018  |  20:55 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo usai menyampaikan keterangan pers bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/6/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo usai menyampaikan keterangan pers bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/6/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Republik Demokratik Timor Leste masuk dalam tiga besar skala prioritas Indonesia dalam  mengimplementasikan skema kerja sama Selatan-Selatan. 


Kerja sama Selatan-Selatan ( KSS) merupakan upaya  pemerintah untuk berperan di kancah internasional setelah se belumnya status Indonesia meningkat dari negara berkembang menjadi middle income country (MIC) dan anggota G-20.

Salah satu cara yang ditempuh adalah memberdayakan peran  Indonesia sebagai negara pemberi bantuan kepada negara berkembang melalui kebijakan KSS.

"Kami dengan suka cita mengundang pemerintah Timor Leste untuk mendiklatkan para pengampu kebijakan di bidang transportasi darat, khususnya untuk mengikuti  diklat ini,” kata Sekretaris  Badan Pengembangan Sumber Daya  Manusia Perhubungan (BSDMP) M. Yugihartiman dalam siaran pers, Senin (3/12/2018).

Niat itu diwujudkan dalam Diklat KSS Integration Urban Transport Policy-Making, Planning and Management for The Developing World, yang diselenggarakan di Sanur, Bali.

Diklat itu diikuti oleh 17 orang peserta yang berasal dar i Kantor Transportasi Republik  Demokratik Timor Leste, 2 orang Dishub Kabupaten Malaka, 2 orang dari Dishub Atambua, 2 orang dari Dishub Timor Tengah Utara (TTU), 1 orang dari Dishub Kabupaten  Timor Tengah Selatan (TTS), dan 1 orang dari Dishub Nusa Tenggara Timur (NTT). 

“Diklat ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan para peserta, khususnya dalam bidang lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga mampu mengembangkan sistem transportasi yang selamat, tertib, lancar, dan nyaman," ujar Yugi.

Direktur Nasional Perhubungan  Darat Timor Leste, De Rosario Natalino, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan diklat yang diselenggarakan  oleh Kemenhub. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timor leste
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top