Pengusaha Udang Indonesia Bidik Ekspor ke China

Iwan mengklaim anggota SCI bisa memberi kontribusi hingga 60% dari total produksi nasional yang saat ini sekitar 400.000 ton.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 01 Desember 2018 06:55 WIB
Aktivitas karyawan di pabrik pengolahan udang beku milik PT Panca Mitra Multiperdana di Situbondo, Jawa Timur, Minggu (18/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha udang di Indonesia membidik China sebagai tujuan ekspor baru.
 
Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto menyatakan produksi udang nasional tahun ini diperkirakan naik 10%. 
 
"Kenaikan sekitar 200.000 ton, karena pertumbuhan tambak semakin banyak," ujarnya, Jumat (30/11/2018).
 
Iwan mengklaim anggota SCI bisa memberi kontribusi hingga 60% dari total produksi nasional yang saat ini sekitar 400.000 ton. Udang yang dihasilkan umumnya udang vaname karena anggota SCI tak lagi memelihara udang windu.

Udang yang diproduksi pun 100% diekspor. Adapun destinasi prioritas ekspor adalah AS, Eropa, dan China.

"Produktivitas kita terbilang tinggi. Kita hanya kalah soal rata-rata pengetahuan petambak saja, khususnya petambak rakyat," terangnya.
 
Terkait perang dagang, SCI mengklaim kondisi saat ini tidak berpengaruh terhadap ekspor udang dari Indonesia.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyebutkan udang masih menjadi komoditas utama yang dikembangkan untuk ekspor. KKP pun mengklaim telah melakukan pooling preference kepada konsumen di beberapa negara untuk mengetahui pilihan konsumen terhadap jenis udang yang disukai. 
 
Hasilnya, konsumen di Jepang lebih menyukai udang monodon, kemudian merguensis, dan selanjutnya vaname. Adapun di Indonesia, monodon masih menjadi primadona pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, udang

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top