Industri Ritel Diyakini Masih Terus Tumbuh

Industri ritel diyakini masih memiliki ruang untuk tumbuh.
Annisa Sulistyo Rini | 24 November 2018 09:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Industri ritel diyakini masih memiliki ruang untuk tumbuh.

Agung Pambudhi, Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute menjelaskan industri ritel, khususnya retail tradisional, masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. 

"Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara retail tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/11/2018).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2016 sektor ritel memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian.

Selain itu, distribusi toko ritel di Indonesia pada tahun lalu masih didominasi oleh toko tradisional, sebesar 82,3%. Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko retail tradisional yang dinilai lebih efektif.

Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa kini banyak peritel tradisional maupun UKM yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka karena mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem ritel modern skala terbatas, seperti penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana.

Besarnya potensi ritel tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha. 

Adapun, PT HM Sampoerna Tbk., pada Kamis (22/11/2018) menggelar Pesta Retail Nasional (PRN) di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD. Kegiatan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi dan wadah yang bertujuan memicu semangat produktivitas serta daya saing dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) khususnya peritel tradisional mitra Sampoerna yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). 

Perhelatan yang dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto ini digelar dengan mengusung tema “Ayo Maju, Ayo Bersama, Ayo Berbagi” dan menghadirkan 3.000 perwakilan SRC terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia.

”Selama lebih dari 10 tahun melalui payung program perusahaan Sampoerna untuk Indonesia, kami secara konsisten mendukung pemerintah dalam membangun dasar ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UKM di Indonesia. Investasi jangka panjang Sampoerna berfokus pada program-program pemberdayaan yang memberikan dampak pada bagi pertumbuhan perekonomian bangsa dengan melakukan pendampingan terhadap pelaku retail tradisional yang tergabung di SRC,” tutur Henny Susanto, Kepala Urusan Komersial Pengembangan Bisnis Sampoerna.

Muhammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Perekonomian mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif Sampoerna dalam mendampingi toko ritel tradisional menghadapi tantangan, khususnya di era digitalisasi seperti sekarang ini. 

"Sinergi pemerintah dengan sektor swasta yang memiliki keahlian dalam dunia ritel, seperti Sampoerna, merupakan inisiatif yang tepat sasaran,” katanya.

Tag : ritel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top