Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Distribusi Jagung Impor Khusus untuk Jawa

Kementerian Pertanian akan memprioritaskan distribusi jagung impor kepada peternak rakyat di Pulau Jawa.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 November 2018  |  22:13 WIB
Petani menjemur jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Petani menjemur jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian akan memprioritaskan distribusi jagung impor kepada peternak rakyat di Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan distribusi jagung impor akan disebarkan terutama ke peternak rakyat di Blitar, Kendal, Solo, Subang, Bogor, Malang, dan Tulungagung.

"[Distribusi] ke Jawa aja semuanya. Peternak yang butuh jagung di Jawa Timur aja ada puluhan, jadi terus terang peternak kita kan banyak sekali yang mandiri, yang modalnya kecil-kecil itu," katanya pada Senin (12/11/2018).

Menurutnya, para peternak itu sudah mengajukan komitmen untuk menyerap jagung impor. Ketut mengatakan saat ini sedang dalam proses pengecekan. Ketika itu selesai, langsung akan disetor kepada Bulog. Selanjutnya Bulog yang akan menyebarkan sesuai data yang sudah dicatatkan.

Ketut menambahkan ketika jagung itu datang akan langsung disebarkan karena sudah terlalu banyak peternak yang membutuhkan. Adapun impor jagung yang disepakati akhirnya berjumlah 100.000 ton.

"Semakin cepat disebarkan makin stabil situasinya. Proporsi peternak mandiri di Jawa Timur saja menguasai 60% dari jumlah nasional, bahkan masih ada di Subang, di Bogor yang tercecer. Sebenarnya yang naik harga jagungnya di Jawa saja, mana orang di Sumatra di Kalimantan teriak? Tidak ada kok, di Jawa saja yang teriak karena banyak peternaknya dan terlalu banyak populasi di sini," katanya.

Menurutnya semakin cepat impor jagung masuk agar tidak bertabrakan dengan waktu panen jagung. Apalagi di Kediri dan Mojokerto sudah mulai ada panen jagung.

"Kami harapkan impor ini terakhir untuk menjaga stabilitas. Jangan sampai petani kita panen impornya jalan. Kalau petani kita panen, jagung ini akan disimpan di Bulog dulu. Tapi ketika panennya enggak cukup, ini dikeluarin," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung peternak ayam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top