iDea Inisiasi Program Juruan E-commerce Executive MBA

Atasi permasalahan kualitas eksekutif di perusahaan start up, IdEA tengah membuat program jurursan e-commerce executive MBA.
M. Richard | 08 November 2018 15:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Atasi permasalahan kualitas eksekutif di perusahaan start up, IdEA tengah membuat program jurursan e-commerce executive MBA.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan program MBA khusus ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas para eksekutif, yang kebanyakan latar belakangnya hanya teknologi informasi.

"Rupanya setelah menjadi eksekutif di perusahaan e-commerce, kami juga melihat banyak eksekutif yang kemampuannya perlu di-upgrade," katanya, Kamis (8/11/2018).

Dia mengatakan, penambahan perusahaan start up baru di Indonesia tergolong cepat, tetapi penambahan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan dan keberlangsungan yang berkualitas. Bahkan, banyak pula perusahaan start up baru yang hilang seketika.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan founder dan para eksekutif perusahaan start up terkait dengan kebutuhan masyarakat. 

"Banyak sekali perusahaan start up yang muncul, kalau di idEA mungkin cuma 400 start up, yang belum bergabung ada sekitar 200 start up, tapi di luar itu kan masih banyak sekali. Dan itu mereka rentan sekali," katanya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh The PPRO Payments & e-Commerce Report, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia, dengan angka fantastis sebesar 78%. 

Dia mengatakan, program jurursan e-commerce executive MBA ini sangat baru, dan idEA juga baru menjajaki dua perguruan tinggi. Dia berharap masih ada pihak lain yang mau bergabung. "Ini programnya baru, ini kami juga masih terbuka bagi pihak-pihak lain yang ingin bergabung," katanya.

Ignatius mengatakan, IdEA juga berencana untuk membuat akademi ekonomi digital. Dia mengatakan, selain untuk membantu program vokasi pemerintah, akademi ditujukan untuk menjawab kebutuhan para lulusan perguruan tinggi yang ingin belajar ekonomi digital.

"Akademi ini untuk bantu program vokasional pemerintah, lulusannya diharapkan bisa siap terjun ke perusahaan start up, bisa jump up lah," katanya.

Kepala Bidang Human Capital Developement IdEA Soffian Lusa mengatakan program pendidikan teknologi harus menjadi prioritas utama semua pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha.

Pasalnya, pada 2020 hingga 2030, Indonesia akan dipenuhi oleh penduduk usia produktif (usia 14--44 tahun), yakni mencapai 70% dari total populasi.

Jika, penguasaan teknologi di usia produktif tidak maksimal, maka daya saing tenaga kerja akan menurun, bahkan pengangguran akan semakin membesar.

"Sebaliknya, jika penguasaan teknologi usia produktif ini tinggi, setidaknya pemerintah bisa mengatasi pengangguran dengan meningkatkan kewirausahaan dan UMKM," ujarnya.

Tag : e-commerce
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top