Pertamina Klaim EXDO–4, Ganti 50% Konsumsi Impor Bahan Karet Ban

Pertamina Marketing Operation Region III melakukan suplai perdana produk EXDO – 4 yang merupakan Rubber Processing Oil (RPO) berkualitas tinggi milik Pertamina. Penyaluran produk EXDO – 4 dilakukan perdana ke PT Elang Perdana Tyres Industry yang merupakan perusahaan ban dalam negeri berkualitas Internasional pada Senin (29/10), kemarin.
Ipak Ayu H Nurcaya | 30 Oktober 2018 22:44 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina Marketing Operation Region III melakukan suplai perdana produk EXDO – 4 yang merupakan Rubber Processing Oil (RPO) berkualitas tinggi milik Pertamina. Penyaluran produk EXDO – 4 dilakukan perdana ke PT Elang Perdana Tyres Industry yang merupakan perusahaan ban dalam negeri berkualitas Internasional pada Senin (29/10), kemarin.

Penyaluran perdana EXDO-4 dilaksanakan di pabrik ban PT Elang Perdana Tyres Industry, Bogor yang dilakukan langsung oleh Alfinoza selaku Petrochemical Marketing Region Manager III bersama Ferry Susilo selaku Vice President PT Elangperdana dan Niko Atmaja selaku Direktur Utama PT Sukses Abadi Petrokimia sebagai distributor resmi produk EXDO-4 Pertamina.

Produk EXDO–4 milik Pertamina yang diproduksi di Refinery Unit IV Cilacap yang memiliki kualitas tinggi dikarena telah mendapatkan approval Non Carcinogenic dari Biochemical Institute For Enviromental Carcinogens – Jerman. Sehingga produk ini dipastikan memiliki kualitas dan sesuai spesifikasi internasional karena untuk ban yang diekspor ke Eropa, bahan baku yang digunakannya harus memiliki sertifikat Non- Carcinogenic.

Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari Firasati mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi PT Elang Perdana Tyres Industry karena telah mendukung penggunaan produk dalam negeri.

“Produk EXDO-4 ini akan menggantikan sekitar 40% - 50% konsumsi RPO impor di PT Elang Perdana yang notabene merupakan salah satu perusahaan manufacturing ban besar di Indonesia. Kami sangat senang dengan bentuk kerjasama ini sehingga kedepan produk – produk dalam negeri bisa terus bersaing dengan produk – produk luar negeri sekaligus membuktikan keunggulan produk dalam negeri buatan Pertamina, " katanya melalui siaran pers, Selasa (30/10/2018).

Produk EXDO-4 yang pertama kali diluncurkan pada 2014, merupakan Rubber Processing Oil bersifat Non-Carsinogenic yang berarti kandungan produk tersebut tidak menimbulkan potensi kanker dan ramah lingkungan. Nama EXDO sendiri merupakan singkatan dari Extract DAO yang menggambarkan proses dan bahan baku dari minyak tersebut. Sementara angka 4 menggambarkan RU IV Cilacap sebagai tempat memproduksi minyak untuk pembuatan produk tersebut.

Sampai saat ini, produk EXDO-4 sudah di ekspor ke berbagai negara seperti India, China dan negara – negara Asia Tenggara.

"Dalam era kompetisi yang sangat ketat seperti saat ini, inovasi dan perluasan pangsa pasar merupakan salah satu langkah yang diambil oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia untuk memenangkan persaingan. Dengan adanya produk EXDO-4 yang sudah diekspor ke negara lain dan digunakan oleh produsen ban dalam negeri akan memperkuat positioning Pertamina. Kedepan kami harap akan semakin banyak produsen ban dalam negeri yang beralih dan tertarik menggunakan produk kami," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Sukses Abadi Petrokimia Niko Atmaja mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina (persero) atas kepercayaannya untuk memasarkan EXDO-4. Dia menjelaskan, EXDO-4 diluncurkan 4 bulan lalu kepada produsen ban dalam negeri PT. ELangperdana Tyre Industry untuk melakukan ujicoba pada produk Accelera dan Forceum.

"Pengenalan produk EXDO-4 dan ujicoba yang dilakukan oleh PT. ELangperdana Tyre Industry tidak luput dari pendampingan dan dukungan oleh PT. Sukses Abadi Petrokimia (Sapetro) sebagai agen special chemichal PT. Pertamina (Persero) dibawah naungan Marketing Operation Regional III," katanya.

Ke depan, dia mengharapkan, pemerintah dapat membantu membentuk regulasi terhadap penggunaan bahan baku dalam negeri untuk produsen–produsen ban di tanah air.

"Karena kini Indonesia mampu menghasilkan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri ban dan menjanjikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan produk sejenis yang masih didatangkan dari luar negeri," tutupnya.

Tag : manufaktur, pertamina
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top