BBM Satu Harga untuk Ciptakan Keterjangkauan & Ketersediaan Energi

Pemerintah memfokuskan pemanfaatan energi untuk dua hal utama, yakni Ketersediaan dan Keterjangkauan. Upaya itu dilakukan dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini yang dulunya belum pernah dilakukan.
Anitana Widya Puspa | 24 Oktober 2018 21:25 WIB
Pengendara melintas usai mengisi BBM di salah satu SPBU, di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memfokuskan pemanfaatan energi untuk dua hal utama, yakni Ketersediaan dan Keterjangkauan. Upaya itu dilakukan dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini yang dulunya belum pernah dilakukan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan dalam peta jalan BBM satu harga, satu titik SPBU mewakili satu kecamatan.  Menurut Jonan setelah tahun lalu merealisasikan 57 titik, tahun ini akan dibangun 73 titik. Namun sejauh ini, kata dia pemerintah hingga September ini sudah membangun 41 titik sehingga sejauh ini total sudah mencapai 98 titik.

“Target akhir 2019 ada 160 titik . Jadi akhir tahun ini mudah-mudahan bisa 130 titik. Pembangunannya jalan terus barengan aja bukan satu selesai baru bangun yang lainnya,”katanya Rabu (24/10/2018).

Target 160 titik hingga 2019 itu terdiri atas pulau Sumater 12 titik, Kalimantan 29 titik, Sulawesi 12 titik, Maluku dan Maluku Utara 7 titik, Jawa dan Madura 3 titik, Bali 1 titik, Nusa Tenggara 12 titik, serta Papua dan Papua Barat sebanyak 22 titik.

Adapun dengan BBM satu harga sebelumnya daerah di Kabupaten Puncak Papua, yang sebelumnya Rp100.000 per liter,, kemudian kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara seharga Rp40.000 per liter dan Pegunungan Arfak, Papua Barat senilai Rp30.000 per liter menjadi Rp5.150 per liter untuk solar dan Rp6.450 untuk premium.

Tag : bbm satu harga
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top