Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Prediksi Penyaluran Pembiayaan P2P Lending Sentuh Rp20 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi angka penyaluran pembiayaan industri peer-to-peer lending atau fintech lending mencapai Rp20 triliun hingga akhir tahun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Oktober 2018  |  12:31 WIB
Karyawan melakukan aktivitas di salah satu perusahaan financial technology (Fintech), di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan melakukan aktivitas di salah satu perusahaan financial technology (Fintech), di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi angka penyaluran pembiayaan industri peer-to-peer lending atau fintech lending mencapai Rp20 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology, Hendrikus Passagi mengatakan peningkatan jumlah borrower atau peminjam uang hingga Agustus.

OJK mencatat jumlah penyaluran pinjaman hingga Agustus 2018 sebesar Rp11,68 triliun, tumbuh 355,73% dibandingkan dengan Desember 2017. Adapun akumulasi rekening borrower mencapai 1,8 juta entitats. Angka ini meningkat 611,10%  dari Desember 2017 (year-to-date).

Hendrikus memprediksi angka ini angka terus tumbuh hingga akhir tahun.

“Kami antisipasi pembiayaan peer to peer lending hingga Desember kisaran Rp18 triliun – Rp 20 triliun,” kata Hendrikus di Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/10/2018).

Tidak hanya itu, Hendrikus juga memperkirakan pertumbuhan borrower atau pemijam uang akan bertambah hingga mencapai 3 juta borrower di akhir tahun 2018.

Hendrikus menerangkan pesatnya  pertumbuhan fintech lending disebabkan manfaat yang diberikan mampu menyentuh lapisan masyarakat yang di bawah.

Fintech lending telah membuat penyebaran uang merata ke seluruh daerah, tidak hanya berpusat di pulau Jawa.

Berdasarkan data penyaluran pinjaman, fintech lending telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp778 miliar ke Pulau Sumatra, Rp9,67 Triliun ke Pulau Jawa, Rp120 miliar ke Pulau Kalimantan, , Rp177,7 miliar ke Pulau Sulawesi, Rp283,6 miliar ke Bali dan Nusa Tenggara, serta Rp616 miliar ke Pulau Papua dan Maluku

Lebih lanjut, berdasarkan data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) tahun 2018 perusahaan pembiayaan berkontribusi menyerap Tenaga kerja sebanyak 215.433 orang,

Menambah Gross Domestic Product(GDP) sebesar Rp25,97 triliun dan menambah pendapatan (upah dan gaji) sebesar Rp4,56 triliun.

Berdasarkan data OJK 2018 Agustus, penyaluran pinjaman  per provinsi sebagai berikut:

 

SumateraJawaKalimantanBali dan Nusa TenggaraSulawesiPapua dan Maluku
7789,674120283,6177,7616,8

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial fintech
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top