PHE Siap Kelola Blok North Sumatra Offshore Hingga 2038

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan siap melanjutkan pengelolaan Blok North Sumatra Offshore (NSO) setelah Kementerian ESDM memperpanjang kontrak hingga 2038.
David Eka Issetiabudi | 18 Oktober 2018 19:40 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan siap melanjutkan pengelolaan Blok North Sumatra Offshore (NSO) setelah Kementerian ESDM memperpanjang kontrak hingga 2038.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi Abdul Mutalib Masdar mengatakan, mengelola Blok NSO menjadi tantangan, mengingat blok yang berada di Aceh ini merupakan lapangan tua.

Seperti pengelolaan blok terminasi lainnya, PHE mengelola Blok NSO dengan skema gross split yaitu skema kontrak bagi hasil dengan meniadakan pengembalian biaya operasi (Cost Recovery) yang berlaku efektif pada 16 Oktober 2018.

“Berbekal pengalaman yang telah teruji, PHE optimis untuk terus memaksimalkan kinerja blok. Hal ini bisa kita lihat dari angka capaian produksi sejak 2016, nilainya tetap dapat kita jaga,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (18/10/2018).

Sepanjang semester I/2018, kinerja produksi gas PHE mencapai 91 MMSCFD atau 152% dari target RKAP 2018 sebesar 60 MMSCFD. Begitu pula produksi kondensat sebesar 84 barel kondensat per hari (BCPD), atau 127% dari target RKAP 66 BCPD.

Sementara itu, General Manager PHE NSO Akhmad Miftah mengatakan raihan kinerja tersebut, menjadikan PHE NSO berhasil melampai target selama 2 tahun berturut turut, demikian juga dengan capaian semester I/2018 ini.

Setelah mendapatkan perpanjangan hak pengelolaan Blok NSO, PHE berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah produksi dengan upaya peningkatan reserve to production dengan cara merencanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi.

Masing-masing satu sumur dilakukan akhir 2018 dan dua sumur berikutnya dilaksanakan pada 2019. Adapun cadangan minyak Blok NSO sebesar 272 MTSB dan gas 92 bscf. Ke depannya PHE NSO akan terus berupaya meningkatkan produksi dan pengembangan yang ada, sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional.

Sebelum kembali diserahkan ke Pertamina, Kementerian ESDM telah melayangkan surat kepada Pertamina untuk memberikan delapan blok migas meliputi, Blok Tengah, Blok North Sumatera Offshore (NSO), Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga dan Blok South East Sumatera, Blok Attaka dan Blok East Kalimantan.

Setelah dievaluasi, Pertamina menyerahkan kembali Blok Attaka dan Blok East Kalimantan kepada Pemerintah. Selanjutnya, terhadap dua blok tersebut akan dilakukan lelang terbuka.

Blok NSO ini mulai berproduksi sejak 1996 dengan puncaknya 400 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan minyak Blok NSO sebesar 272 MTSB dan gas 92 bscf.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top