Finlandia Jajaki Peluang Kerja Sama Industri Pulp dengan Indonesia

Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen mengunjungi Kementerian Perindustrian untuk menjajaki peluang kerja sama baru antar kedua negara.
Wibi Pangestu Pratama | 09 Oktober 2018 00:39 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan cinderamata kepada Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen seusai melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (8/10/2018) petang. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen mengunjungi Kementerian Perindustrian untuk menjajaki peluang kerja sama baru antar kedua negara.

Anne disambut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, lantas keduanya membahas industri pulp serta pembangunan pusat inovasi dan teknologi yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan.

Kunjungan Anne ke Kemenperin dilakuan Senin (8/10/2018) petang dalam rangka penjajakan peluang kerja sama Indonesia-Finlandia. Kerja sama ekonomi terutama upaya peningkatan investasi untuk memperdalam struktur industri manufaktur menjadi pembahasan keduanya.

“Area yang berpeluang untuk kerja sama kedua negara di sektor industri, meliputi industri berbasis agro khususnya pulp dan kertas serta mendorong pembangunan science and technology park,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Senin (8/10/2018) malam.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada 2018 investor Finlandia menanamkan modal sebesar US$1,75 juta dalam dua proyek di sektor industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan. Industri pulp sendiri dinilai Airlangga sebagai sektor yang diprioritaskan pengembangannya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional.

Dia menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam bahan baku. Indonesia yang terletak di kawasan tropis menghasilkan tanaman berproduktivitas lebih tinggi dibanding negara-negara pesaing yang berada di kawasan subtropis.

Negara-negara Amerika Utara dan Skandinavia (NORSCAN) sebagai pemasok utama pulp dan kertas di dunia belakangan ini dinilai menunjukkan kecenderungan produksi yang menurun.

Airlangga menambahkan, negara-negara di kawasan tropis seperti Indonesia mulai menunjukkan potensinya dalam menghasilkan pulp.

“Saat ini [produsen pulp] telah bergeser ke Asia Tenggara terutama Indonesia serta negara-negara Amerika Latin seperti Chili, Brasil, dan Uruguay,” tutur Airlangga.

Tag : industri pulp and paper
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top