"Cashback" Tarik Minat Masyarakat Berbelanja Daring

Survei yang dilakukan Shopback terhadap lebih dari 5.600 responden di 5 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar) menunjukkan diskon/potongan harga menjadi program promosi yang paling disukai dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia.
N. Nuriman Jayabuana | 08 Oktober 2018 15:52 WIB
Co-founder dan Country Head of Shopback Indonesia Indra Yonathan di Jakarta, Kamis (15/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Daya beli masyarakat Indonesia terbilang masih stabil di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal ini terbukti dari peningkatan transaksi penjualan di berbagai platform e-commerce dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan volume transaksi tidak lepas dari beragam promo, cashback, serta program loyalti yang ditawarkan.

Berdasarkan laporan Nielsen pada 2016, pemberian rewards dalam bentuk cashback menduduki peringkat teratas kebutuhan pasar bagi perusahaan untuk menarik hati pelanggan.

Sementara itu, survei yang dilakukan Shopback terhadap lebih dari 5.600 responden di 5 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar) menunjukkan diskon/potongan harga menjadi program promosi yang paling disukai dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia.  Persentasenya mencapai 41%, diikuti dengan cashback sebesar 37%, buy 1 get 1 13%, dan hadiah langsung 8%.

Country Head of Shopback Indonesia Indra Yonathan mengatakan promo potongan harga memang selalu menjadi pemikat masyarakat untuk berbelanja, baik di toko offline maupun online.

“Namun, saat ini, cashback perlahan mulai menarik perhatian masyarakat, terutama mereka yang suka berbelanja online. Data dari Shopback juga menunjukkan bahwa cashback menjadi alasan utama yang mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk berbelanja di platform online, diikuti potongan harga di urutan kedua, dan promo bebas ongkos kirim di urutan ketiga,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (8/10/2018).

Indra menambahkan tidak hanya di platform daring, promo cashback hingga 30% juga menjadi promo restoran paling menarik bagi responden dibanding promo buy 1 get 1 dan voucher potongan harga hingga 50% di pembelian selanjutnya.

Berdasarkan survei yang sama, setidaknya 70,2% responden mengaku melakukan transaksi 1-10 kali di e-commerce dalam satu bulan terakhir karena tertarik dengan cashback yang diberikan. Adapun sebanyak 19,1% lainnya melakukan transaksi sebanyak 10-20 kali. 

Jika dilihat berdasarkan gender, pria lebih tertarik dengan promo cashback sedangkan wanita lebih tertarik dengan promo diskon.

Tetapi, tetap ada kekurangan cashback di mata responden. Sebanyak 52,7% mengatakan cashback tidak dapat ditarik tunai, sekitar 32% menuturkan cashback hanya bisa digunakan untuk pembelanjaan berikutnya di platform yang sama, sedangkan 19,8% merasa ada proses verifikasi yang terlalu lama.

Sementara itu, Shopback bakal merangkum seluruh promo cashback yang terselenggara di berbagai e-commerce pada Hari Cashback Nasional pada 10 Oktober 2018. Cashback yang tersedia mencapai 30% untuk pengguna yang melakukan transaksi pembelanjaan di dalam platform.

Cashback yang didapat bisa dapat ditransfer ke rekening bank pengguna atau dikonversi menjadi pulsa.

Sejumlah digital payment di Indonesia pun memanfaatkan cashback untuk menarik minat masyarakat. Terbukti, sebanyak 51,6% responden survei Shopback mengaku menggunakan aplikasi digital payment saat ada promo cashback berlangsung. 

“Saat ini, baik pelaku e-commerce maupun bisnis digital lain berlomba-lomba memikat hati pengguna menggunakan jasa/layanan mereka. Promo, cashback dinilai sebagai bentuk program loyalti yang dapat menarik pengguna baru serta mempertahankan pengguna lama,” lanjut Indra.

Berdasarkan hasil survei, GO-PAY dan OVO menjadi aplikasi digital payment yang paling banyak digunakan responden dengan persentase masing-masing 41,6% dan 29,7%. 

Tag : cashback, e-commerce
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top