Gempa Palu: Pelabuhan Donggala Sudah Bisa Disinggahi Kapal

Pelabuhan Donggala mulai hari ini (5/10/2018) dapat disandari kapal. Pelabuhan ini dapat menjadi alternatif sandar bagi kapal yang mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di samping Pelabuhan Pantoloan.
Sri Mas Sari | 05 Oktober 2018 20:12 WIB
Polisi mengamankan aktivitas bongkar muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Pelabuhan Donggala mulai hari ini (5/10/2018) dapat disandari kapal. Pelabuhan ini dapat menjadi alternatif sandar bagi kapal yang mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di samping Pelabuhan Pantoloan.

Kapal KN Merak milik Distrik Navigasi Kelas I Bitung merupakan kapal pertama yang singgah di Pelabuhan Donggala sejak gempa melanda Jumat (28/9/2018) pekan lalu, diikuti oleh kapal KAL Birang dan KAL Suluh Pari.

Ketiga kapal telah selesai melakukan bongkar muat bantuan logistik di dermaga Pelabuhan Donggala yang selanjutnya akan disalurkan kepada para korban bencana di Donggala dan sekitarnya.

“Kami bersyukur karena Pelabuhan Donggala sudah bisa beroperasi melayani kapal sehingga proses bongkar muat dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat dan merata sampai ke warga di wilayah sekitarnya,” ujar Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo, Jumat (5/10/2018).

Selama sepekan sejak tsunami menerjang sebagian Sulteng, Pelabuhan Pantaloan menjadi titik utama pemasukan bantuan dari jalur laut karena beberapa pelabuhan lainnya rusak. Kemenhub perlu menyediakan alternatif lokasi. 

“Sebelum Pelabuhan Donggala dioperasikan, kami telah melakukan pengecekan fisik kesiapan dermaga untuk memastikan faktor keselamatan dan keamanannya mengingat Pelabuhan Donggala ikut terdampak gempa yang menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas pelabuhan, termasuk dermaga,” jelas Agus.

Hasil cek fisik sementara menyatakan dermaga pelabuhan yang dapat digunakan saat ini sepanjang 80 meter, kedalaman pasang terendah 7 meter, kondisi kokoh, dan siap digunakan.

Adapun Pelabuhan Donggala memiliki luas dermaga 100x12 m2, trestle 1 ukuran 28x8 m2, trestle 2 ukuran 34x6 m2, causeway 8x8 m2, dan kedalaman -5 hingga -10 MLWS.

“Sebagai tindak lanjut pascabencana, Kemenhub merencanakan realokasi anggaran untuk perbaikan fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa dan tsunami serta melakukan rehabilitasi pada fasilitas transportasi laut , baik sarana maupun prasarana, agar fasilitas tersebut dapat segera berfungsi secara penuh,” tutur Agus.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima dari nakhoda kapal patroli KN Gandiwa sebagai contact point di Pelabuhan Pantoloan, saat ini situasi Pantoloan terpantau aman dan kondusif. 

Trdapat beberapa kapal yang sandar di Pelabuhan Pantoloan hari ini, seperti KRI dr Soeharso yang akan bersandar selama 1 bulan di Pelabuhan Pantoloan untuk memberikan pelayaran medis, TB Twin Sister, KM Tonasa Line, dan AHTS Unggaran.

Di sisi lain, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 97 telah diberangkatkan pagi tadi dari Tarakan dan menurut rencana tiba di Pelabuhan Pantoloan Sabtu (6/10/2018) pukul 14.00 WITA. Kapal tersebut akan mengangkut pengungsi dengan tujuan Toli-Toli dan Buol sesuai permintaan bupati masing-masing.

Tag : Gempa Palu
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top