Apakah Industri Gim dan Mainan Saling Bergesekan? Ini Jawabannya

Ivan Franco, Country Manager Mattel Southeast Asia, menilai industri mainan dan industri gim tidak bersaing satu sama lain. Menurutnya, baik mainan maupun gim merupakan bagian yang tidak saling menghilangkan.
Wibi Pangestu Pratama | 02 Oktober 2018 16:14 WIB
Model memainkan gim PC menggunakan keyboard Corsair K68 RGB di sela-sela acara Corsair Unplug and Play Press Tour 2018, di Jakarta, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Ivan Franco, Country Manager Mattel Southeast Asia, menilai industri mainan dan industri gim tidak bersaing satu sama lain. Menurutnya, baik mainan maupun gim merupakan bagian yang tidak saling menghilangkan.

Hal tersebut disampaikan Ivan Franco dalam acara peluncuran boneka Barbie dengan balutan busana batik di Plaza Indonesia, Jakarta. Acara tersebut bertepatan dengan perayaan hari batik nasional yang jatuh pada Selasa (02/10/2018).

Ivan menyatakan bahwa mainan merupakan sesuatu yang penting bagi anak, baik sebagai medium pembelajaran maupun transfer nilai. Pun dengan gim, yang kini telah dikenal anak-anak sejak dini.

Ivan menjelaskan bahwa industri mainan dan gim tidak saling bersaing, keduanya turut diperlukan pasar. Ivan sendiri menjelaskan bahwa bagi anak-anak yang terpenting bukanlah objek mainan atau gim itu sendiri, tapi pengalaman dalam memainkannya.

"Kami tidak melihat mainan dan gim saling bersaing satu sama lain. Saya tidak melihat perbedaan dari keduanya, yang paling penting adalah anda [orang tua] harus ada di sana [bersama anak-anak]," tutur Ivan.

Mainan yang diresmikan Ivan sendiri dinilai sebagai salah satu bagian memenuhi kebutuhan pasar anak-anak. Perusahaan yang dinahkodai Ivan, Mattel, bekerjasama dengan Iwan Tirta Private Collection untuk membuat boneka dengan balutan kain batik yang menjadi kekayaan Indonesia.

Tag : industri mainan
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top