Baru 8% Pelaku UMKM yang Memanfaatkan Platform Online

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat baru 8% dari 60 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya.
Dika Irawan | 29 September 2018 12:11 WIB
Perajin memproduksi batik di Kampung Batik Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (27/9/2018). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat baru 8% dari 60 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada hampir 60 juta unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM ini berkontribusi 61,41% terhadap PDB.

"Padahal, dengan memanfaatkan teknologi e-commerce akan semakin mudah bagi UMKM untuk berhubungan dengan pembeli di manapun mereka berada. Karena itu, edukasi akan pemanfaatan teknologi penting untuk terus dipupuk dan masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk memanfaatkan teknologi agar industri bisa berkembang dengan pesat. Salah satu usaha yang kami lakukan adalah melalui Gerakan Ayo UMKM Jualan Online," ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian & Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary dalam keterangan resmi, Sabtu (29/9/2018).

Dia menyadari memang dibutuhkan waktu dan proses untuk melakukan perubahan budaya jual beli dari model konvensional non digital ke digital online. Bahkan, diakui masih cukup banyak UMKM yang enggan menggunakan e-commerce dalam kegiatan mereka.

Salah satu alasannya, koneksi internet yang masih kurang memadai. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kominfo berusaha untuk terus meningkatkan infrastruktur melalui proyek Palapa Ring agar akses internet dapat mencapai ke seluruh Indonesia, termasuk Indonesia bagian timur.

Saat ini, terdapat potensi besar yang wajib digali di Indonesia karena jumlah masyarakat yang memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia.

Pada 2020, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$130 miliar. Hal ini dapat tercapai jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.

Baru-baru ini, Kominfo bersama Dewan Kerajinan Nasional (Deskranas), Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, serta Blibli.com mengadakan Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Jakarta Convention Center, Jakarta. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk dapat mengedukasi UMKM terkait e-commerce.

Melalui kegiatan ini, Kominfo berkeliling ke 15 kota di Indonesia dan mengajak beberapa narasumber terkait. UMKM tidak hanya diajarkan bagaimana cara melakukan registrasi di marketplace, tapi juga bagaimana teknik foto produk yang bagus dan menarik.

Tag : umkm, e-commerce
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top