Perusahaan Indonesia Bangun Stadion di Pasifik Selatan

Perusahaan Indonesia PT Audie Building Industry mendapat kontrak untuk membangun stadion di Tarawa, Ibukota Kiribati, sebuah negara di Pasifik Selatan.
M. Rochmad Purboyo | 29 September 2018 19:35 WIB
Direktur Utama PT Audie Building Industry, Ozie Hansery Moechlis (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Presiden Kiribati merangkap Menteri Pemuda, Olah Raga, Sosial dan Peranan Wanita Kourabi Nenem, seusai penandatanganan kontrak pembangunan stadion, Rabu (26/9 - 2018)

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan Indonesia PT Audie Building Industry mendapat kontrak untuk membangun stadion di Tarawa, Ibukota Kiribati, sebuah negara di pasifik Selatan.

Proyek yang kontraknya ditandatangani Rabu (26/9/2018) senilai $A11, 475 juta, atau setara dengan Rp123 miliar tersebut diperkirakan selesai Desember 2019.

Direktur Utama PT Audie Building Industry, Ozie Hansery Moechlis, melalui rilis dari KBRI Suva, menyampaikan bahwa proyek ini akan menyerap 60 tenaga kerja Indonesia, dan menggunakan bahan konstruksi yang diproduksi langsung oleh PT Audie Building Industry di Cibubur, Jakarta Timur. 

Duta Besar RI untuk Fiji, Tuvalu, Nauru dan Kiribati yang berkedudukan di Suva, Benyamin Scott Carnadi menyambut gembira penandatanganan kontrak tersebut.

“Peristiwa ini sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Perusahaan Indonesia dipercaya untuk membangun stadion kebanggaan rakyat Kiribati. Hal ini adalah realisasi arahan Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet terbatas tanggal 4 Mei 2018 yang menegaskan bahwa Indonesia harus meningkatkan hubungan dengan negara-negara kepulauan di Pasifik,” katanya dalam rilis itu.

Upaya untuk mendapatkan proyek pembangunan tersebut merupakan kerja kolektif antara swasta dan pemerintah RI yang mendukung penetrasi pasar nontradisional di kawasan Pasifik.

Bahkan dalam berbagai pertemuan dengan pejabat-pejabat tinggi Kiribati, Benyamin Carnadi selalu mempromosikan perusahaan dan produk-produk Indonesia yang memiliki kualitas dan standar yang tidak kalah dengan produk-produk Australia dan Selandia Baru.

Wakil Presiden Kiribati yang juga merangkap sebagai Menteri Pemuda, Olah Raga, Sosial dan Peranan Wanita Kourabi Nenem menyatakan sangat gembira dan antusias saat menandatangani perjanjian kontrak pembangunan stadion tersebut.

“Stadion ini akan menjadi bangunan kebanggaan Kiribati yang diharapkan dapat meningkatkan minat para pemuda setempat untuk bekerja keras dan berprestasi di bidang olah raga. Selain sebagai fasilitas olah raga, bangunan ini juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan kenegaraan seperti perayaan Hari Kemerdekaan Kiribati,” katanya.

Stadion Kiribati akan menjadi stadion internasional pertama di kepulauan Pasifik yang lapangan bolanya sesuai dengan standar FIFA. Selain itu, stadion juga akan dilengkapi dengan lintasan olah raga atletik. 

Kiribati merupakan sebuah negara kepulauan di Pasifik yang merupakan negara rangkapan KBRI Suva di Fiji berpenduduk kurang lebih 100.000 jiwa. Negara ini mengandalkan produk-produk impor untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Terdapat banyak produk Indonesia seperti mi instan, perlengkapan mandi dan deterjen yang masuk melalui Fiji dan Australia ke Kiribati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kontrak baru

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top