Basuki Dorong BUMN Karya Go International, Ini Garapan Wika di Aljazair

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong kontraktor dan konsultan dalam negeri untuk terus meningkatkan kompetensi guna melebarkan sayap ke pasar internasional.
Irene Agustine | 26 September 2018 03:01 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong kontraktor dan konsultan dalam negeri untuk terus meningkatkan kompetensi guna melebarkan sayap ke pasar internasional.

Menurut Basuki, kemampuan memenuhi standar mutu internasional diperlukan untuk meningkatkan ekspor jasa konstruksi nasional. Salah satu negara yang telah menjadi tujuan ekspor jasa konstruksi Indonesia adalah Aljazair. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Aljazair 24-25 September 2018, Basuki mengatakan BUMN Karya harus menjadi motor utama penggerak ekspor jasa konstruksi ke luar negeri

Salah satu BUMN Karya yang telah melebarkan sayap go international adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika. Perusahaan tersebut terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur di Aljazair seperti pembangunan rumah dan jalan.

Di sektor perumahan, Wika tengah mengerjakan pembangunan 5.350 unit logement atau rumah susun di beberapa wilayah di Aljazair.

“Untuk teknis pekerjaan, kualitas pekerjaan Wika tidak perlu diragukan. Terus jaga kredibilitas bangsa Indonesia untuk dapat merebut kesempatan yang lebih besar ke depan," kata Basuki lewat keterangan resmi pada Selasa (25/9/2018).

Sebagai informasi, sebagaimana dilansir website resmi Kementerian PUPR, terdapat lima proyek potensial dengan nilai total sekitar Rp 9,23 triliun yang bisa digarap Wika di Aljazair.

Proyek-proyek tersebut berupa pembangunan 15.000 unit logement di beberapa wilayah senilai Rp4,47 triliun, pembangunan kawasan pariwisata senilai Rp745 miliar, pembangunan beberapa pelabuhan baru senilai Rp1,04 triliun, perluasan bandara di sejumlah kota senilai Rp2,23 triliun, dan pembangunan jalan dan jalan tol bekerja sama dengan BUMN Aljazair senilai Rp745 miliar.

Wika juga telibat dalam proyek pembangunan jalan East West Motorway Project, pada Juli 2007 dan berakhir Maret 2013. Proyek jalan ini membentang dari bagian barat Aljazair (arah batas Maroko) hingga ke timur Aljazair (arah batas Tunisia).

Selain Wika, PT Pertamina (Persero) juga telah terlibat dalam beberapa proyek di bidang energi di Aljazair. Diharapkan keduanya bisa menjadi benchmark/bagi BUMN Indonesia untuk bisa lebih aktif memasuki pasar internasional.

Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah mengatakan kehadiran Menteri PUPR sebagai legitimasi kesungguhan indonesia bekerjasama dengan negara-negara di Afrika, salah satunya Aljazair.

Selain itu, dia mengatakan kehadiran Wika di Aljazair sekaligus menjadi duta Indonesia karena kualitas dan kompetensi kerjanya yang sangat baik.

“Saya berharap awal tahun depan kami bisa meresmikan sekaligus melakukan groundbreaking proyek infrastruktur baru yang lebih besar di Aljazair yang dikerjakan oleh perusahaan Indonesia,” kata Safira.

Tag : wijaya karya
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top