Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

‘Coworking Space’ Jadi Tuntutan Fasilitas Utama di Apartemen ‘Mixed Use’

Coworking space saat ini dinilai menjadi fasilitas utama yang harus hadir dan tersedia di pengembangan apartemen ‘mixed use’.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 16 September 2018  |  19:36 WIB
Salah satu coworking space di Kuningan, Jakarta Selatan. - Reuters
Salah satu coworking space di Kuningan, Jakarta Selatan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Coworking space saat ini dinilai menjadi fasilitas utama yang harus hadir dan tersedia di pengembangan apartemen ‘mixed use’.

Berdasarkan survei Indonesia Property Watch, sebanyak 42,6% menganggap ruang bersama wajib berada di setiap apartemen dan sebanyak 33,4% menganggap fasilitas ‘co-working space’ juga menjadi faktor pertimbangan milenial memilih apartemen.

 CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan di tengah masyarakat yang individualistis, minat kaum milenial untuk bersosialisasi relatif masih cukup tinggi.

"Fasilitas co-working space meskipun belum terlalu menjadi prioritas tetapi menjadi salah satu faktor penting dan angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat," ujar Ali dikutip dari keterangan resminya, Minggu (16/9/2018).

Direktur PT Metropolitan Land Tbk., Olivia Surodjo mengatakan dengan keadaan lalu lintas yang semakin padat dan kharakteristik masyarakat yang ingin serba cepat dan sederhana, penempatan ruang kerja dalam satu kompleks apartemen menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

"Untuk zaman sekarang sih itu [co-working space] menjadi tambahan point plus yah. Terutama untuk konsumen dengan segmentasi middle up," ujar Olivia saat dihubungi Bisnis, Minggu (16/9/2018).

Ia mengatakan apartemen dengan konsep work office home office (WOHO) atau penyediaan ruang kerja dalam satu area mixed use akan menjadi pilihan dan semakin menarik bagi masyarakat yang sangat menghindari kemacetan.

Namun, berbeda dengan konsumen menengah ke bawah, lanjut Olivia, fasilitas utama yang harus disediakan pada apartemen mixed use masih berputar di sekitar fasilitas retail atau mal dan kedekatannya dengan transportasi publik.

Sementara itu, Assistant Manager Coldwell Banker Angra Angreni mengatakan belum melihat coworking space sebagai fasilitas prioritas oleh pengembangan apartemen mixed use.

"Yang saya lihat saat ini permintaan co working space masih di gedung perkantoran, mungkin jika tren coworking space ke depan memiliki market yang semakin bagus, bisa saja sebagai menjadi bagian dari apartemen mixed use," ujar Angra.

Menurutnya, kecenderungan perusahaan penyedia co-working space yang menyewa di gedung perkantoran dan bekerjasama dengan pengembang yang berlokasi di pusat bisnis tersebut bertujuan untuk menghubungkan pengguna co-working space menjadi suatu komunitas yang saling berkaitan atau saling membutuhkan.

Oleh karena itu, coworking space berada di apartemen dan menjadi fasilitas utama masih menjadi sebuah proses.

Selama ini pemilihan jenis fasilitas utama maupun fasilitas pendukung suatu proyek apartemen yang menjadi pengembangan mixed use selalu disesuaikan dengan target penghuni dan konsumen dari pengembang dan apartemen tersebut.

Seperti contoh pada apartemen yang menyasar kaum milenial yang memiliki mobilitas tinggi, maka fasilitas yang disediakan umumnya fasilitas serba ada, seperti fasilitas kebugaran (olahraga), fasilitas rekreasi, dan fasilitas pertokoan (kios).

Angra mengatakan fasilitas pertokoan atau kios pun saat ini telah berperan sebagai fasilitas yang multifungsi, yaitu selain sebagai fasilitas yang menjual aneka produk kebutuhan sehari-hari, seperti minimarket dan kantin, pertokoan juga dapat dijadikan sebagai fasilitas perkantoran, pendidikan, day care, olahraga, kesehatan dan estetika, dan fasilitas yang mengakomodasi tempat ibadah, seperti kios yang dijadikan untuk gereja, vihara, dan klenteng.

"Namun kembali lagi, jika penghuni apartemen adalah profesional ataupun perintis bisnis startup atau fintech, sudah pasti mereka akan membutuhkan co working space," kata dia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

coworking space
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top